Social Icons

Pages

Monday, August 19, 2013

MACAM - MACAM PROCESSOR

Intel Pentium 4 Family Biasa disebut Pentium 4. Meski dalam satu keluarga namun memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan socket yang digunakan. Versi terbanyak yang digunakan Pentium 4 adalah menggunakan socket 478. Pada versi terbarunya telah menggunakan socket LGA 775 untuk mendukung beberapa motherboard keluaran terbaru.

Prescott
 Prescott Merupakan generasi pertama Pentium 4 yang memiliki 1 MB L2 cache dan memiliki kecepatan 3,8 GHz. Namun, pada processor ini memiliki kendala yang cukup signifikan, yaitu memiliki panas yang cukup tinggi. Dan processor ini belum mendukung operating system dan aplikasi 64-bit. Segi baiknya, processor ini memang memiliki kinerja yang baik untuk menunjang kebutuhan multiaplikasi dan gaming.

Pentium 4 Extreme Edition
Merupakan jajaran processor premium dari Intel, untuk CPU desktop PC. Yang terbaru juga telah menggunakan socket LGA 775 dan berjalan di atas 3,46 GHz dengan fitur 512 K L2 cache ditambah dengan 2 MB L3 cache dan FSB sebesar 1066 MHz. Ia juga tersedia dalam versi 64-bit CPU.

Pentium D
Keluarga CPU Intel yang memiliki arsitektur dual-core. Beberapa seri yang sudah tersedia, di antaranya Pentium D 840, 830, dan 820 yang memiliki clock dari 2,80 sampai 3,20 GHz dengan FSB 800 MHz. Dengan L2 cache yang dimilikinya 2×1 Mb. Dengan dual-core, diharapkan mampu melakukan pemrosesan data dengan waktu yang lebih singkat. Selain itu, processor ini telah dilengkapi dengan EMT64T (Extended Memory 64 Technology) yang mendukung operating system dan aplikasi 64-bit. Jika Anda tertarik untuk membeli processor keluaran Intel, agaknya jajaran processor Pentium D adalah pilihan ideal. Dual-core dan dukungan 64-bit menjadi alasan utama. Karena ke depannya semua aplikasi dan operating system akan menggunakan 64-bit. Di samping harga jual processor ini terbilang cukup relevan, yaitu sekitar US$279.
Pentium D merupakan teknologi yang sudah boleh dibilang 'legacy' atau peninggalan. Teknologi ini menggunakan 2 chip processor dalam satu die, tetapi penggunaan processor kedua masih kurang maksimal. Dari ketiga teknologi ini, Pentium D mempunyai daya paling besar, tetapi toleransi suhu yang paling tinggi (sekitar 67 derajat celcius) karena teknologi Pentium D memiliki panas yang cukup tinggi. kerugian paling besar lagi, chip ke-2 dari processor ini tidak memiliki pIntel

AMD Athlon 64 Family
AMD memiliki tiga jenis processor dengan performa yang berbeda. Yaitu, Athlon 64 dan FX Series, juga Sempron. Meski dari ketiganya memiliki basic teknologi yang sama, namun beberapa fitur dan harga yang ditawarkan memiliki perbedaan yang cukup berarti. Pada dasarnya, processor AMD Athlon 64 mampu menghasilkan kecepatan yang tinggi terhadap aplikasi yang menggunakan banyak floating point dan kebutuhan bandwidth yang besar.

AMD Athlon 64
Pada processor ini memiliki dua versi. Versi yang pertama yang masih menggunakan memory single-channel. Yaitu Athlon 64 yang menggunakan socket 75. Sedangkan yang kedua menggunakan socket 939 dan sudah memiliki teknologi memory dual-channel. Untuk harga, sudah barang tentu Athlon 64 75 memiliki harga yang lebih murah dibanding 939. Keduanya memiliki L2 cache sebesar 1 MB, sedangkan untuk kecepatan yang ditawarkan beragam, mulai dari 2,4 GHz sampai dengan 3,0 GHz.

Athlon 64 FX
Processor ini merupakan processor yang paling tepat untuk menunjang para gamer, karena selain dilengkapi dengan L2 cache sebesar 1 MB dengan kecepatan terendah yang ditawarkan sebesar 2,6 GHz. Pada processor keluaran AMD baik Athlon 64 ataupun Athlon 64 FX sudah mendukung aplikasi dan operating system 64-bit. Dan kini AMD telah mengeluarkan processor dualcore, yaitu AMD Athlon 64 X2, masih menggunakan socket 939.
Dual core
Dual Core adalah penggunaan dua buah inti (core) processor dalam sebuah kemasan prosesor konvensional. Dual core (inti prosesor) ditempatkan pada sebuah CPU untuk meningkatkan kinerjanya. Setiap core ini tidak lebih cepat dibanding CPU biasa dengan clockspeed yang sama, tetapi semua proses perhitungan dibagi kepada 2 inti prosesor tersebut.

Intel Core Duo
ini adalah generasi pertama dari processor intel dengan arsitektur Core, karena intel telah meninggalkan arsitektur Pentium. Model ini dapat memaksimalkan penggunaan core ke dua dari processor, dan sudah mempunyai pengecekan panas bagi inti processor ke-2, difabrikasi dengan ukuran chip pada die 90nm- 65nm.

Core 2 Duo
Generasi kedua dari arsitektur Core, memiliki kecepatan latency yang lebih kecil (membuatnya lebih cepat dibanding pendahulunya) dan memiliki memori cache yang dipasang per core, tetapi terhubung satu sama lain (secara paralel). Diproduksi dengan fabrikasi 65 nm. Sehingga ada versi yang memiliki 4 core didalamnya (quad core).
< Intel atom
Atom ini diklaim oleh Intel sebagai prosesor terkecil, dibuat dengan teknologi baru yang disebut “hafnium infused 45 nanometer high-k silicon” yang disingkat dengan sebutan teknologi 45 nanometer. Prosesor yang besarnya kurang dari 26 milimeter persegi itu mengandung 47 juta transistor. Intel Atom ini diklaim oleh Intel sebagai prosesor terkecil, dibuat dengan teknologi baru yang disebut “hafnium infused 45 nanometer high-k silicon” yang disingkat dengan sebutan teknologi 45 nanometer. Prosesor yang besarnya kurang dari 26 milimeter persegi itu mengandung 47 juta transistor. Selain terkecil dalam ukuran, Atom juga diklaim kecil dalam mengonsumsi daya. yaitu membutuhkan daya kurang dari 1 watt sampai 2,5 watt. sehingga cocok untuk perangkat mobile karena akan hemat baterai. Produk perangkat bergerak seperti netbook dan nettop yang beredar saat ini sudah ada yang dilengkapi dengan Intel Atom, netbook adalah sebuah perangkat yang mirip dengan notebook hanya saja berukuran lebih kecil dan digunakan khusus untuk berinternet. contohnya Asus Eee PC 901, MSI Wind, Axioo Pico dan Acer Aspire One. sedang nettop dibuat untuk berinternet juga hanya saja nettop bukan perangkat bergerak, nettop tak ubahnya desktop hanya saja fungsinya khusus untuk berinternet. Intel Atom ini menggunakan desain arsitektur yang benar-benar baru, jadi tidak mengadaptasi arsitektur prosesor yang sudah ada. selain hemat energi Atom juga memberikan performa yang baik untuk berinternet, Intel Atom memiliki FSB (Front Side Bus) dengan kecepatan sampai 533 MHz, prosesor ini juga mendukung multi-threading. Performa multimedia dan game juga digenjot dengan adanya dukungan untuk Streaming SIMD Extensions 3 (SSE3). Tetapi jangan harap game tiga dimensi bisa berjalan mulus di perangkat Atom. karena Atom memang dibuat bukan untuk main game, melainkan untuk berinternet. Sebelum Atom diluncurkan, Intel mengumumkan dua prosesor baru dengan nama kode Silverthorne (Atom Z) dan Diamondville (Atom N). prosesor yang pertama dibuat untuk perangkat UMPC yaitu ultra-mobile PC. sedang prosesor kedua dibuat untuk netbook atau notebook kelas hemat.

AMD Opteron
Prosesor AMD Opteron 2356 memiliki kemampuan superior untuk menjawab tuntutan bisnis berbasis web dengan traffic yang sangat tinggi. Prosesor AMD Opteron 2356 dan Prosesor AMD Opteron Quad Core 8356 diklaim hemat biaya dan energi. Saat ini keduanya memegang rekor tertinggi kinerja web x86 untuk kedua server 2P dan 4P, berdasarkan SPECweb benchmark. Rekor ini menunjukkan bahwa Prosesor Quad-Core AMD Opteron menghadirkan platform ideal bagi bisnis berbasis web untuk membantu penskalaan pada saat beban puncak, meningkatkan kegunaan server, meminimalisasi konsumsi daya pada data center dan menghadirkan infrastruktur generasi terbaru Web 2.0. "Bisnis berbasis Web, termasuk layanan hosting bagi pelanggan atau fungsi-fungsi business critical di internal perusahaan seperti lingkungan CRM dalam sebuah intranet perusahaan, sering membutuhkan performa yang lebih tinggi dan skalabilitas untuk menangani traffic para pengguna sekaligus menyeimbangkan antara biaya dan kebutuhan energi. Hasil tes benchmark tersebut adalah bukti terbaru yang sangat berharga bahwa prosesor Opteron Quad-Core AMD menawarkan bisnis internet-atau data center apapun yang membutuhkan performa, kehandalan dan efisiensi energi," jelas Ryan Sim, Sales Director AMD Asean melalui siaran pers Kemampuan kinerja terbaik untuk Web tersebut mengkonfirmasikan gagasan bahwa bisnis tidak perlu lagi harus melakukan investasikan yang besar dan mahal untuk hardware. Prosesor Quad-Core AMD Opteron memungkinkan bisnis untuk secara mudah mengembangkan data center dengan efesiensi energi, server yang memiliki kinerja tinggi yang menawarkan fungsi kelas enterprise dengan harga terjangkau. Dengan teknologi Direct Connect Architecture, perusahaan berbasis web di seluruh dunia, termasuk DAUM Communications, Rackspace dan Strato, mendapatkan keuntungan dari sistem berbasis Prosesor Quad-Core AMD Opteron pada infrastruktur data centernya. Sistem 2P yang berbasis prosesor Quad-Core AMD Opteron mencetak skor 30007 pada server HP ProLIant DL 385 G5 yang unggul pada 2 efisiensi energi dan prosesor AMD Opteron model 2356 berjalan pada 2.3 GHz. Prosesor 4P dengan berbasis Quad-Core AMD Opteron menghasilkan nilai 45,854, yang menambahkan 2.5 persen peningkatan kinerja dari rekor sebelumnya. Pemecahan rekor ini dihasilkan dengan server HP ProLiant DL 585 G5 yang diperkuat dengan 4 prosesor Quad-Core AMD Opteron model 8356 yang berjalan pada 2.3 GHz dan 75 W Average CPU Power (ACP). Sebagai tambahan, hasil 4P adalah termasuk yang pertama yang dites menggunakan infrastruktur jaringan 10Gigabit Ethernet (10GigE), menunjukkan bahwa Prosesor Quad-Core AMD Opteron dapat memenuhi permintaan terkini dari perusahaan yang berbasis web dan teknologi yang akan datang. SPECweb 2005 merupakan benchmarks yang objektif dan representatif untuk mengukur kemampuan sistem yang berfungsi sebagai web server, mensimulasi permintaan pengguna secara berulang-ulang yang menjadi standar pada transaksi web di peusahaan seperti perbankan, e-commerce dan men-download konten yang dinamis.

Intel Xeon
30 Maret 2009 - Intel Corporation memperkenalkan 17 buah enterprise-class prosesor baru, diantaranya single-socket 3500 dan dual-socket 5500 series yang dikhususkan untuk server dan workstations. Prosesor terbaru Intel ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan level penggunaan energi dan mampu menangani transaksi data yang lebih cepat. Kedua model tersebut memiliki kecepatan hingga 3.2 GHz. Prosesor ini diklaim menjadi prosesor revolusioner Intel untuk kelas server dan workstation setelah Intel Pentium Pro.

Intel Nehalem Core i7 

Intel telah meresmikan nama Core i7 pada 11 Agustus 2008. Core i7 sendiri merupakan processor terbaru keluaran Intel yang disebut-sebut memiliki arsitektur sedikit berbeda dengan processor pendahulunya, dan menggunakan fabrikasi 45nm. Intel sendiri menegaskan bahwa processor ini merupakan processor untuk PC, bukan untuk laptop. Dan ketersediannya juga baru akan ada menjelang akhir tahun 2008. Beberapa pengamat juga memprediksikan jika akhir tahun ini Core i7 tidak diluncurkan maka kemungkinan besar Intel sedang mengerjakan processor terbaru lainnya dengan teknologi fabrikasi 32nm dengan codename Westmere.

Beberapa teknologi terbaru yang disandang oleh Core i7 dapat anda temui langsung pada website resmi Intel disini Dengan melihat arsitektur yang baru serta fabrikasi 45nm, yang menurut Intel merupakan "performance on demand" maka bisa dikatakan processor ini akan sangat hemat energi, sehingga tidak membutuhkan banyak daya untuk menjalankannya.
Mangga Teuraskeun »»  

Pengertian Siklus hidrologi



Pengertian Siklus hidrologi – Hidrosfer adalah lapisan air di permukaan Bumi. Hidrosfer tidak selalu dalam bentuk cair atau padat dan menempati tempat yang tepat,tetapi dapat mengalami perubahan. Volume atau banyaknya air di Bumi relatif sama dari waktu ke waktu, karena air selalu mengalami yang namanya Siklus Hidrologi atau perputaran. 

Siklus hidrologi adalah suatu proses perputaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus-menerus. Dengan adanya siklus hidrologi maka keberadaan air di permukaan Bumi secara keseluruhan relatif tetap. Air yang ada di permukaan Bumi, misalnya air danau, air sungai, rawa-rawa, gletser, lautan dan waduk, karena penyinaran Matahari berubah menjadi uap dan karena tiupan angin dapat membubung tinggi, serta karena suhu semakin rendah uap air dapat membeku sehingga jatuh ke Bumi yang disebut hujan.


Hidrosfer (perairan) terbagi menjadi dua, yaitu perairan daratan dan perairan laut. Termasuk dalam perairan darat yaitu air tanah, sungai, gletser, danau dan rawa. Perairan laut berasal dari air hujan yang meresap dan mengalir di permukaan Bumi yang akhirnya ke laut.

Air di permukaan Bumi selalu mengalami perputaran (Sirkulasi) yang disebut siklus hidrologi. Sinar Matahari merupakan sumber tenaga penyebab terjadinya penguapan air dari laut, danau dan sungai yang disebut evaporasi. Uap air di atmosfer berubah menjadi awan dengan adanya kondensasi (berubahnya awan menjadi titik-titik air), selanjutnya awan menjadi hujan yang disebut presipitasi. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah yang disebut infiltrasi. Air di dalam tanah terkumpul dan keluar ke permukaan tanah menjadi mata air. Dari mata air ini mengalir melalui sungai dan bermuara di laut atau danau. Begitulah seterusnya air berputar secara terus menerus.


Jenis siklus hidrologi ada tiga macam, yaitu :


1. Siklus pendek, yaitu air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air membentuk awan dan selanjutnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi.

2. Siklus sedang, yaitu air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan, hujan jatuh di daratan menjadi air darat, selanjutnya kembali ke laut.

3. Siklus panjang, yaitu air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi, jatuh sebagai salju, terbentuk gletser, mengalir ke sungai, selanjutnya kembali ke laut.


Sumber : http://www.winapedia.org/2013/03/pengertian-siklus-hidrologi.html#ixzz2cPRv9OZO
Mangga Teuraskeun »»  

Pengertian Geografi


  1. Prof. Bintarto : Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi baik yang fisikal maupun yang menyangkut mahkluk hidup beserta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan.
  2. Claudius Ptolomeus : mempelajari hal, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia dan mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.
  3. <!--[endif]-->Erastothenes : geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi.
  4. <!--[endif]-->Ellsworth Hunthington: memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya.
  5. Menurut Erastothenes, geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi.
  6. <!--[endif]-->Menurut Claudius Ptolomaeus, geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi.
  7. <!--[endif]-->John Mackinder (1861-1947) seorang pakar geografi memberi definisi geografi sebagai satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya.
  8. Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.<!--[endif]-->
  9. Preston E. James mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaitan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.
  10. <!--[endif]-->Menurut Ullman (1954), Geografi adalah interaksi antar ruang.
  11. Maurice Le Lannou (1959)mengemukakan bahwa Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi.
  12. <!--[endif]-->Paul Claval (1976) berpendapat bahwa Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan.
  13. <!--[endif]-->Suatu definisi yang lain adalah hasil semlok (seminar dan lokakarya) di Semarang tahun 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
  14. <!--[endif]-->UNESCO (1956) mendifinasikan geografi sebagai: 1. satu agen sintesis; 2. satu kajian perhubungan ruang; 3. sains dalam penggunaan tanah
Mangga Teuraskeun »»  

Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Proses Perubahan Sosial




Adapun faktor-faktor pendorong terjadinya proses perubahan sosial, antara lain sebagai berikut.

a. Kontak dengan Masyarakat Lain
Adanya interaksi dengan masyarakat di luar masyarakatnya sendiri akan menimbulkan komunikasi yang saling memengaruhi. Hal tersebut berakibat terjadinya penyebaran atau difusi suatu gagasan atau teknologi, dari masyarakat satu ke masyarakat lain yang dilakukan secara perorangan ataupun kelompok. Penyebaran
unsur-unsur kebudayaan merupakan difusi dari penemuan baru atau dapat juga dalam bentuk penyebaran informasi, teknologi, atau manfaat dari suatu lembaga masyarakat seperti KUD.

b. Difusi dalam Masyarakat
Proses penyebaran suatu gagasan atau hasil dari proses (produksi) dari dalam masyarakat itu sendiri, kemudian diman faatkan oleh masyarakat yang bersangkutan.

c. Difusi Antarmasyarakat
Penyebaran unsur-unsur baru di masyarakat dapat berasal dari pengaruh masyarakat yang lain. Misalnya, adanya proyek percontohan di masyarakat petani dengan menerapkan sistem diversifikasi tanaman. Adanya sistem rotasi tanaman dengan beragam tanaman pada setiap musim berpengaruh terhadap kondisi kesuburan tanah dan hasil yang dicapai dapat melebihi hasil sebelumnya. Dengan adanya diversifikasi tanaman, harga dapat dipertahankan sehingga memberi keuntungan bagi petani. Difusi antarmasyarakat dapat terjadi apabila proyek diversifikasi tanaman ini dicontoh oleh petani-petani dari daerah lain.


d. Sistem Pendidikan yang Maju
Kemajuan suatu bangsa atau masyarakat dapat dilihat dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Perkembangan zaman akan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas yang tidak lain dipenuhi melalui bidang pendidikan. Berkembangnya pendidikan akan mendorong terjadi perubahan sosial. Pendidikan membuat seorang individu mengetahui banyak hal dan mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada kehidupan masyarakat lain, melalui pola pikir yang maju dan terpelajar. Pendidikan dapat menyejajarkan masyarakat yang sedang berkembang dengan masyarakat yang maju.


e. Sikap
Masyarakat atau seorang in dividu yang memiliki keinginan untuk maju akan menghargai karya yang dihasilkan oleh masyarakat atau orang lain. Jika sikap tersebut telah tertanam dengan baik, akan mendorong munculnya penemuan-penemuan baru atau berusaha untuk membuat karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya, pemerintah memberikan penghargaan Kalpataru terhadap orang yang berjasa dalam bidang lingkungan hidup, LIPI menyelenggarakan lomba karya ilmiah remaja sebagai awal dari usaha penemuan baru di kalangan remaja, setiap pengajar di perguruan tinggi wajib melakukan penelitian sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Penelitian, Pengabdian, dan Pengajaran). Adanya penelitian dan penemuan unsur-unsur baru merupakan sikap kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai usaha mempersiapkan dan mengisi pembangunan nasional


f. Toleransi
Masyarakat tidak kaku dalam menghadapi norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat itu sendiri, terutama norma yang tidak tertulis. Apabila terjadi suatu perilaku yang berbeda dalam suatu masyarakat, namun tidak keluar dari persoalan yang dapat mengarah pada aspekaspek negatif, seperti konflik sosial. Sikap tidak mempersoalkan perilaku tersebut merupakan bagian dari sikap toleransi terhadap orang lain. Contohnya, di perkotaan secara umum dihuni oleh warga yang sangat heterogen. Salah satu heterogenitasnya adalah dalam bahasa. Terkadang bahasa yang digunakan antara anggota masyarakat memiliki nilai yang berbeda. Satu pihak menilainya sebagai bahasa halus dan sopan, namun pihak lain menilai sebaliknya. Di sinilah sangat dibutuhkan sikap toleransi.

g. Sistem Stratifikasi Sosial Terbuka
Masyarakat yang memiliki stratifikasi (lapisan) sosial terbuka memungkinkan terjadinya mobilitas (perpindahan) sosial antarlapisan. Seseorang yang berada pada lapisan yang paling bawah dapat berpindah ke lapisan yang lebih atas apabila yang bersang kutan berusaha dan bekerja keras untuk mencapainya.


h. Penduduk yang Heterogen
Penduduk Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa, ras, agama, dan budaya merupakan masyarakat heterogen atau disebut juga masyarakat majemuk. Jika di antara mereka ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, hal ini mudah memicu konflik yang dapat mengakibatkan munculnya masalah sosial atau kegoncangan masyarakat. Keadaan yang demikian berakibat terjadinya perubahanperubahan dalam masyarakat terutama dalam rangka mencapai suatu integrasi yang dapat diterima oleh berbagai pihak.


i. Ketidakpuasan terhadap Kondisi Kehidupan
Masyarakat yang tidak puas dengan keadaan sosial, akibat adanya tekanan dari pihak lain atau kekecewaan, maka masyarakat menginginkan ada perubahan agar lepas dari penderitaan yang lama.

j. Orientasi ke Masa Depan
Masa depan merupakan tumpuan harapan, masa sekarang merupakan masa berusaha. Masa lalu dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki masa sekarang sehingga hasilnya dapat dipetik dan dinikmati di kemudian hari.

k. Nilai yang Menyatakan bahwa Manusia Harus Berusaha Memperbaiki Nasibnya
Hidup ini tidak semata-mata ditentukan oleh yang Mahakuasa, tetapi hasil usaha yang dicapai manusia itu sendiri. Agar manusia dapat mengubah nasibnya, manusia harus berusaha untuk men capainya. Setiap perubahan yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha, tetapi besar kecilnya hasil bergantung pada kemampuan manusia itu sendiri.


l. Disorganisasi Keluarga
Kehidupan keluarga yang sering terjadi percekcokan atau konflik di antara anggotanya menyebabkan berkurangnya keharmonisan dan keutuhan rumah tangga sehingga anak menjadi korban dan mencari pelarian di luar kehidupan keluarga. Beberapa anak yang memiliki perilaku menyimpang berawal dari rasa kesal, kecewa, atau tidak puas tinggal di rumah yang kemudian melampiaskannya dalam pergaulan yang negatif. Disorganisasi atau perpecahan dalam sebuah keluarga merupakan jalan ke arah perubahan karena di antara satu sama lain sudah tidak ada lagi kecocokan.


m. Sikap Mudah Menerima Hal-Hal yang Baru
Penemuan baru merupakan langkah menuju perubahan karena yang bersangkutan harus menyesuaikan diri dengan situasi, kondisi, atau barang yang diterimanya. Keadaan tersebut merupakan perubahan hasil adaptasi terhadap lingkungan dan barang baru yang dimilikinya. Contohnya, seorang individu yang selalu mengikuti perkembangan dunia mode atau fashion, menyebabkan yang bersangkutan harus selalu mengikuti perubahan mode dalam masyarakat.

Mangga Teuraskeun »»  

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial


Proses interaksi sosial biasanya didasari oleh beberapa faktor, seperti sugesti, imitasi, identifikasi, simpati, motivasi, dan empati.
  1. Imitasi, adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan. sebagai suatu proses, adakalanya imitasi berdampak positif apabila yang ditiru tersebut individu-individu yang baik menurut pandangan umum masyarakat. Akan tetapi, imitasi bisa juga berdampak negatif apabila sosok individu yang ditiru berlawanan dengan pandangan umum masyarakat. contoh : seorang siswa meniru penampilan artis terkenal, seperti rambut gondrong, memakai anting, dan kalung secara berlebihan. Tindakan seperti itu akan mengundang reaksi dari lingkungan sosial yang menilai penampilan itu sebagai urakan atau tidak sopan.
  2. Sugesti, adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain. Akibatnya, pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh atau pandangan itu dan akan menerimanya secara sadar atau tidak sadar tanpa berpikir panjang. Sugesti biasanya diperoleh dari orang-orang yang berwibawa dan memiliki pengaruh besar di lingkungan sosialnya. Akan tetapi, sugesti dapat pula berasal dari kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas, ataupun orang dewasa terhadap anak-anak. Cepat atau lambatnya proses sugesti ini sangat tergantung pada usia, kepribadian, kemampuan intelektual, dan keadaan fisik seseorang. sebagai contoh Pimpinan partai politik melakukan kampanye di hadapan pendukungnya agar memilih partai politiknya. Tindakan itu dilakukan untuk meyakinkan dan memengaruhi orang banyak agar mengikuti partainya.
  3. Identifikasi, adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola ( kata idol berarti sosok yang dipuja ). Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan proses sugesti yang pengaruhnya amat kuat. Misalnya, seorang remaja mengidentifikasikan dirinya dengan seorang penyanyi terkenal yang ia kagumi. Lalu, ia akan berusaha mengubah penampilan dirinya agar sama dengan penyanyi idolanya, mulai dari model rambut, pakaian, gaya bicara, bahkan sampai makanan kesukaan. Pada umumnya, proses identifikasi berlangsung secara kurang disadari oleh seseorang. Namun, yang pasti sang idola yang menjadi sasaran identifikasi benar-benar dikenal, entah langsung (bertemu, berbicara) ataupun tidak langsung (melalui media informasi).
  4. Simpati, adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari atau didorong oleh keinginan-keinginan untuk memahami pihak lain untuk memahami perasaannya ataupun bekerja sama dengannya. Dibandingkan ketiga faktor interaksi sosial sebelumnya, simpati terjadi melalui proses yang relatif lambat.Namun, pengaruh simpati lebih mendalam dan tahan lama. Agar simpati dapat berlangsung, diperlukan adanya saling pengertian antara kedua belah pihak. Pihak yang satu terbuka mengungkapkan pikiran ataupun isi hatinya. Sedangkan pihak yang lain mau menerimanya. Itulah sebabnya, simpati menjadi dasar hubungan persahabatan.
  5. Motivasi, merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulasi yang diberikan seorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan itu secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi dapat diberikan dari seorang individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, atau kelompok kepada individu. Wujud motivasi dapat berupa sikap, perilaku, pendapat, saran, dan pertanyaan. Penghargaan berupa pujian guru kepada siswa berprestasi tinggi merupakan motivasi bagi siswa untuk belajar lebih giat lagi. Motivasi diberikan oleh orang-orang yang kedudukan atau statusnya lebih tinggi dan berwibawa. Mereka memiliki unsur-unsur keteladanan dan panutan masyarakat. misalnya : seorang ayah yang baik dan bijaksana, serta memberikan kasih sayangnya kepada anak dan istrinya adalah tokoh yang patut disegani bagi seluruh anggota keluarganya. apa yang dilakukan ayah akan menjadi motivasi bagi keluarganya untuk berbuat dan berperilaku sebaik ayahnya. contoh lain seorang kepala daerah yang berwibawa penuh kharisma menjalankan pemerintahan didaerahnya melalui serangkaian proses sosial untuk memotivasi warga agar berperan aktif dalam membangun daerah yang lebih sejahtera.
  6. Empati, adalah proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam perasaan orang lain. Baik suka maupun duka. Contohnya, kalau kita melihat orang mendapat musibah sampai luka berat, seolah-olah kita ikut menderita. kita tidak hanya merasa kasihan terhadap orang yang terkena musibah itu tetapi juga ikut merasakan penderitaannya. Demikian juga, kalau seorang teman dekat kita ada yang meninggal dunia, kita merasa kehilangan seolah-olah saudara kita sendiri yang meninggal dunia
Mangga Teuraskeun »»  

Interaksi Sosial


Standar kompetensi   : Memahami kehidupan social manusia.
Kompetensi dasar       : Mengidentifikasi interaksi sebagai proses sosial.
Materi pembelajaran             : 
·         Pengertian interaksi sosial.
·         Pengertian proses sosial.
·         Syarat interaksi sosial.
Kegiatan pembelajaran :
·         Mengkaji referensi mengenal  interaksi sosial berdasarkan pengertiannya.
·         Mengkaji referensi mengenai proses sosial berdasarkan pengertiannya.
·         Berdiskusi kelas tentang syarat interaksi sosial.
Indicator                       :
·         Interaksi sosial dijelaskan berdasarkan pengertiannya.
·         Proses sosial dijelaskan berdasarkan pengertiannya.
·         Interaksi  sosial didefinisikan menurut syarat-syaratnya.
A.      Pengertian Interaksi Sosial
Ø  Lukman Ali dkk [1985 : 383] :
Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara orang perorang, antara perseorangan dengan kelompok. Jadi kata kuncinya adalah hubungan sosial yang dinamis.
Ø  Soejono Soekanto
Hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara perorangan antara kelompok-kelompok manusia maupun antara orang-perorangan dengan kelompok manusia.
Interaksi sosial dimulai pada saat menegur, berjabat tangan atau cara salam lainnya (cium pipi), atau bahkan saling melirik, tersinggung yang mengakibatkan orang lain mengumpat lalu terjadilah adu mulut. Bahkan tidak jarang orang sebelumnya tidak kenal, karena merasa diperhatikan dengan sinis, tanpa saya hello langsung memukul, maka terjadilah perkelahian.
Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat.
Syarat utama terjadinya aktivitas sosial adalah adanya interraksi sosial.
Proses Sosial
v  Menurut J. Dewi Narwoto dan Bagong Suyanto [2004] :
Proses sosial adalah sikap interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu jangka waktu, sedemikian rupa, sehingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan prilaku dalam kehidupan masyarakat.
v  Sedangkan Soejono Soekanto [2002 ] menyebutkan proses sosial adalah :
Cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orag-perseorangan dengan kelompok sosial saling bertemu dan menetukan system serta bentuk hubungan atau apa yang terjadi apa bila ada perubahan yang menyebabkan goyahnya pola kehidupan yang telah ada.
Dengan kata lain proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan yang telah ada.
Secara etimologi Soejono Soekanto menyebutkan sosialisasi (socialization) merupakan proses mengomunikasikan kebudayaaan kepada warga masyarakat yang baru.
Menurut Beberapa Ahli
1.      Paul B. Horton ; Cs. Alih Bahasa Aminuddin Ram [1996] :
Sosialisasi adalah, proses dimana seseorang menghayati (mendarah dagingkan internalize) norma-norma kelompok tempat orang ttersebut hidup, sehingga timbullah diri yang unik.
2.      Bruce J. Cohen penerjemah sahat simamora [1992] :
Sosialisasi adalah, proses dimana manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitas untuk berfungsi sebagai individu maupun anggota kelompok.
3.      J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto [2004] :
Sosialisasi adalah suatu proses yang diikuti secara aktif oleh kedua belah fihak, fihak pertama fihak yang menyosialisasikan, dan fihak kedua adalah yang disosialisasi.
Aktifitas fihak yang menyosialisasi disebut melaksanakan sosialisasi, sedangkan aktivitas fihak yang disosialisasi adalah aktivitas internalisasi. Sedangkan internalisasi sebagai proses yang sifatnya aktif bukan pasif.
Fungsi
Dengan mempelajari interaksi sosial, seseorang dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan masyarakat di sekitarnya untuk dapat melakukan interaksi sosial yang asosiatif dan menghindari interaksi sosial disosiatif.
Mengetahui bentuk interaksi sosial sehingga dapat menyimpulkan. Interaksi sosial yang terjadi pada taraf assosiatif/disosiatif.
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
A.      Adanya kontak sosial (social contac)
1.      Antara orang perorang.
2.      Antar orang perorang dengan suatu kelompok manusia.
3.      Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.
B.      Adanya komunikasi
1.      Pengirim/ komunikator (sender) orang yang bertindak menyampaikan pesan/symbol untuk direspon dan dilakukan komunikasi.
2.      Penerima / komunikasi (receiver) orang yang menerima pesan (merespon) pesan yang diterima
3.      Pesan (message)
Isi pesan dapat berupa ucapan, tulisan. Symbol yang akan disampaikan oleh komunikator dan diterima komunikan.
4.      Umpan balik (feed back)
Tanggapan dari penerima atas pesan message yang diterima.
Faktor Yang Mendasari Adanya Interaksi Sosial
A.                  Imitasi
Imitasi berarti meniru tindakan orang lain dimulai sejak bayi yang terus berkembang proses imitasi dapat bersifat :
1.)                Bersifat postif, misalnya berupa sikap nilai norma atau perilaku yang baik dimana individu tersebut berusaha untuk mempertahankan norma atau nilai yang berlaku dimasyarakat.
2.)                Berarti negatif, yaitu meniru perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
Syarat yang harus dimiliki seseorang sebelum melakukan imitasi yaitu:
1.                  Minat dan perhatian yang cukup besar terhadap hal  yang akan ditiru.
2.                  Sikapp menjunjung tinggi atau mengagumi hal-hal yang akan diimtasi.
3.                  Hal yang akan ditiru mempunyai penghargaan sosial yang tinggi.
Sugesti
v    Secara harfiah, sugesti berarti anjuran / saran
v    Secara terminology, dapat dilihat merupakan suatu proses dimana seseorrang individu menerima suatu cara penglihatan / pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.
Sehingga penerima saran tanpa berpikir panjang meneriima anjuran tersebut. Misalnya seseorang peserta didik rajin bersedekah karena anjuran guru yang menjadi idolanya.
Sugesti mudah terjadi ketika :
1.      Kemampuan berfikir seseorang terhambat;
2.      Keadaan fikiran yang  terpecah belah;
3.      Otoritas.
Sugesti akan mudah terjadi jika orang yang memberi sugesti atau pandangan adalah orang  yang memiliki otoritas / kewibawaan.
4.      Mayoritas
Bila sebagian besar orang di sekitar melakukan.
Identifikasi
Merupakan kecenderungan atau keinginan untuk mempersamakan dirinya dengan orang lain. Prosesnya dapat berlangsung dengan sendirinya secara sadar / sengaja karena seseorang memerlukan.


Simpati 
Simpati dapat dirumuskan sebagai perasaan tertarik kepada orang lain. Peranan simpati sangat penting dalam interaksi sosial karena menimbulkan saling pengertian yang sangat mendalam antar individu yang satu dg yang lain.
Motivasi 
Merupakan dorongan / rangsangan yang dapat timbul dari dalam diri seseorang (motivasi intrinsic) serta dapat muncul dari luar yang mengakibatkan kemauan seseorang untuk melakukan interaksi (motivasi ekstrinsik).
Tahap-tahap Interaksi Sosial
Ø    Memulai
Merupakan proses awal melakukan interaksi sosial. Ada beberapa kunci yang dapat digunakan untuk mengawali sebuah interaksi sehingga kontak / komunikasi awal memberi kesan yang mendalam.
Contoh nyata dapat dirasakan ketika seseorang berada di luar daerahnya, bertemu dengan orang baru sama sekali berkenalan. Mengawali perkenalan di buat menarik mungkin sehingga memmberikan kesan yang menyenangkan.
Ø    Menjajaki
Setelah kontak atau mulai komunikasi, kontak atau pertukaran komunikasi lebih lanjut di upayakan untuk tetap menarik, misalnya menanyakan daerah asal, atau pembicaraan ringan seperti dari mana atau kemana tujuan hadir ditempat itu, sampai cerita-cerita ringan yang dapat saling mengakrabkan.
Ø    Meningkatkan
Setelah menjajaki, interaksi akan terjadi secara meningkat dalam arti pembicaraan akan dapat lebih mendalam, lebih serius, dan dikondisikan kontak atau komunikasi sudah aakkan terjadi secara informal karena sudah merasa semakin akrab.
Ø    Menyatupadukan (mengintegrasikan)
 Bukan berarti menyetupadukan adalah hilangnya identitas masing-masing individu, tetapi penyatupaduan / penyamaan pendapat, hobi, pengalaman hidup atau pendidikan.
Ø    Mempertalikan
Membuat ikatan-ikatan yang lebih khusus, yang membentuk kekuatan bersama.
Ø    Membeda-bedakan
Ada saatnya pertalian itu pudar, sehingga terjadi proses perpisahan, menjauhkan, atau apabila lebih tajam akan terjadi konflik. Hal ini merupakan keniscayaan yang wajar.
Ø    Membatasi
Adanya faktor-faktor perbedaan, lebih jauh akan menimbulkan batas-batasan yang membuat garis batas yang tegas antara individu.
Ø    Memacetkan
Tertutupnya berbagai kontak sosial dan komunikasi.
Ø    Menghindari
Karena kemacetan terjadi dalam segala lini tidak ada saluran kontak komunikasi apapun, maka masing-masing individu saling menghindar.
Ø    Memutuskan
Tahap akhir dari pudarnya interaksi sosial sehingga tidak akan ada kontak dan komunikasi.
Bentuk Interaksi Sosial
Klasifikasi secara umum, bentuk interaksi sosial ada 4, yaitu :
a.       Keja sama (cooporation);
b.       Persaingan (competition);
c.       Pertikaian (conflict);
d.       Akomodasi (accommodation)
Sosialisasi Dan Pembentukan Kepribadian
Sosialisasi pada dasarnya proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana berpikir kelompoknya, agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.

Tujuan Sosialisasi
A.                  Individu harus diberi ilmu pengetahuan (terampil) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak dimasyarakat.
B.                   Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
C.                  Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
Tahapan Sosialisasi

A.                  Tahapan persiapan (prepatory stage);
B.                   Tahapan meniru (play stage);
C.                  Tahapan sikap bertindak.
D.                  Tahap penerimaan norma kolektif.
Sosialisasi Primer
Peter L. Berger dan Luckman mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga).
Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga secara bertahap dengan orang lain disekitar keluarganya.
Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas didalamnya.
Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.
Sosialisasi Sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer.
Yang memperkenalkan individu kedalam kelompok tertentu dalam masyarakat.
Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi seseorang diberi suatu identitas diri yang baru sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami pencabutan identitas diri yang lama.
Tipe Sosialisasi
A.                  Sosialisasi formal
Sosialisasi tipe ini terjadi, melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam Negara. Seperti pendidikan disekolah dan pendidikan militer.
B.                   Sosialisasi Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat dimasyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan seperti anatara teman, sahabta, sesame anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada didalam masyarakat.
Agen Sosialisasi
Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi ada empat agen sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa dan lembaga pendidikan sekolah selain keluarga, sekolah, kelompok bermain, dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama tetangga, organisasi rekresional masyarakat dana lingkungan pekerjaan.

Mangga Teuraskeun »»  

Pola dan Tahapan Interaksi Sosial


Pola Interaksi Sosial

Interaksi sosial yang terjadi antara individu dan individu, individu dan kelompok, dan kelompok dan kelompok bersifat dinamis dan mempunyai pola tertentu. Apabila interaksi sosial tersebut diulang menurut pola yang sama dan bertahan untuk jangka waktu yang lama, akan terwujud hubungan sosial yang relatif mapan.
Pola interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Berdasarkan kedudukan sosial (status) dan peranannya. Contohnya, seorang guru yang berhubungan dengan muridnya harus mencermin kan perilaku seorang guru. Sebaliknya, siswa harus menaati gurunya.
b. Merupakan suatu kegiatan yang terus berlanjut dan berakhir pada suatu titik yang merupakan hasil dari kegiatan tadi. Contohnya, dari adanya interaksi, seseorang melakukan penyesuaian, pembauran, terjalin kerja sama, adanya per-saingan, muncul suatu pertentangan, dan seterusnya.
c. Mengandung dinamika. Artinya, dalam proses interaksi sosial terdapat berbagai keadaan nilai sosial yang diproses, baik yang mengarah pada kesempurnaan maupun kehancuran. Contohnya, penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat dapat menciptakan keteraturan sosial.
d. Tidak mengenal waktu, tempat, dan keadaan tertentu. Berarti interaksi sosial dapat terjadi kapan dan di manapun, dan dapat berakibat positif atau negatif terhadap kehidupan masyarakat. Contohnya, sebuah sekolah yang terkenal memiliki disiplin dan tata tertib yang ketat dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, pada suatu ketika menjadi tercemar karena ada siswanya yang melakukan tindakan amoral.
Klasifikasi interaksi sosial. Berdasarkan bentuknya, interaksi sosial dapat diklasifikasikan menjadi tiga pola, yaitu sebagai berikut.
a. Pola Interaksi Individu dengan Individu
Dalam mekanismenya, interaksi ini dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan yang mengakibatkan munculnya beberapa fenomena, seperti jarak sosial, perasaan simpati dan antipati, intensitas, dan frekuensi interaksi.
Jarak sosial sangat dipengaruhi oleh status dan peranan sosial. Artinya, semakin besar perbedaan status sosial, semakin besar pula jarak sosialnya, dan sebaliknya. Anda mungkin pernah menyaksikan “si kaya” (bersifat superior) yang suka menjaga jarak dengan “si miskin” (bersifat inferior) dalam pergaulan sehari-hari karena adanya perbedaan status sosial di antara mereka. Apabila jarak sosial relatif besar, pola interaksi yang terjadi cenderung bersifat vertikal, sebaliknya apabila jarak sosialnya kecil (tidak tampak), hubungan sosialnya akan berlangsung secara horizontal.
Simpati seseorang didasari oleh adanya kesamaan perasaan dalam berbagai aspek kehidupan. Sikap ini dapat pula diartikan sebagai perasaan kagum atau senang terhadap orang lain ketika salah satu pihak melakukan sebuah tindakan ataupun terjadi interaksi di antara keduanya. Adapun antipati muncul karena adanya perbedaan penafsiran terhadap sesuatu sehingga menimbulkan perasaan yang berbeda dengan pihak lain.
Dua orang saudara bisa saja tidak saling mengenal akibat intensitas dan frekuensi interaksi di antara keduanya tidak ada atau jarang sekali terjadi. Akan tetapi, dua orang yang baru berkenalan bisa saja menjadi sahabat bahkan saudara karena intensitas dan frekuensi interaksinya yang sering.
Pola interaksi individu dengan individu ditekankan pada aspekaspek individual, yang setiap perilaku didasarkan pada keinginan dan tujuan pribadi, dipengaruhi oleh sosio-psikis pribadi, dan akibat dari hubungan menjadi tanggung jawabnya. Contohnya, seseorang sedang tawar menawar barang dengan pedagang di kaki lima; dua insan sedang berkasih-kasihan; orang-orang bertemu di jalan dan saling menyapa.
Untuk mengukur keakraban seseorang, umumnya digunakan sosiometri seperti pada bagan berikut ini.
Sosiometri Interaksi Sosial
Sosiometri Interaksi Sosial
Dari sosiometri tersebut dapat diketahui beberapa hal berikut.
1) Makin sering seseorang bergaul dengan orang lain, hubungannya akan semakin baik. Sebaliknya, makin sedikit atau jarang bergaul ia akan terasing atau terisolasi.
2) Keintiman seseorang sangat bergantung pada frekuensi dan inten sitas nya melakukan pergaulan.
3) Dalam pergaulan, seseorang akan memilih atau menolak siapa yang akan dijadikan temannya.
b. Pola Interaksi Individu dengan Kelompok
Pola ini merupakan bentuk hubungan antara individu dan individu sebagai anggota suatu kelompok yang menggambarkan mekanisme kegiatan kelompoknya. Dalam hal ini, setiap perilaku didasari kepentingan kelompok, diatur dengan tata cara yang ditentukan kelompoknya, dan segala akibat dari hubungan merupakan tanggung jawab bersama. Contohnya, hubungan antara ketua dengan anggotanya pada karang taruna tidak dikatakan sebagai hubungan antarindividu, tetapi hubungan antarindividu dengan kelompok sebab menggambarkan mekanisme kelompoknya.
Pola interaksi individu dengan kelompok memiliki beberapa bentuk ideal yang merupakan deskripsi atau gambaran dari pola interaksi yang ada di masyarakat. Harold Leavitt, menggambarkan terdapat empat pola interaksi ideal, yaitu pola lingkaran, pola huruf X, pola huruf Y, dan pola garis lurus.
Bentuk-Bentuk Pola Interaksi Sosial
Bentuk-Bentuk Pola Interaksi Sosial
Pola lingkaran merupakan pola interaksi yang menunjukkan adanya kebebasan dari setiap anggota untuk berhubungan dengan pihak manapun dalam kelompoknya (bersifat demokratis), baik secara vertikal maupun horizontal. Akan tetapi, pola ini sulit dalam menentukan keputusan karena harus ditetapkan bersama. Pola huruf X dan Y ditandai dengan terbatasnya hubungan antaranggota kelompok sebab hubungan harus dilakukan melalui birokrasi yang kaku, tetapi mekanisme kelompok mudah terkendali karena adanya pemimpin yang dapat menguasai dan mengatur anggotanya walaupun dipaksakan.
Pola garis lurus hampir sama dengan pola huruf X dan Y, yang di dalamnya hubungan antaranggota tidak dilakukan secara langsung atau melalui titik sentral. Akan tetapi, pihak yang akan menjadi mediator dalam hubungan tersebut, bergantung pada individu-individu yang akan berhubungan seperti pada pola lingkaran. Terbatasnya hubungan antaranggota pada pola ini bukan karena otoritas pemimpin, melainkan keterbatasan wawasan setiap anggota dalam berhubungan karena adat istiadat dalam masya rakat. Oleh karena itu, pola garis lurus biasanya menyangkut aspek-aspek kehidupan yang khusus.
c. Pola Interaksi Kelompok dengan Kelompok
Hubungan ini mempunyai ciri-ciri khusus berdasarkan pola yang tampak. Pola interaksi antarkelompok dapat terjadi karena aspek etnis, ras, dan agama, termasuk juga di dalamnya perbedaan jenis kelamin dan usia, institusi, partai, organisasi, dan lainnya. Misalnya, kehidupan dalam masyarakat yang saling berbaur walaupun mereka berbeda agama, etnis atau ras; rapat antarfraksi di DPR yang membahas tentang RUU.

Tahapan Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan suatu proses sosial. Dalam hal ini, terdapat tahapan yang bisa mendekatkan dan tahapan yang bisa merenggangkan orang-orang yang saling berinteraksi. Tahap yang mendekatkan diawali dari tahap memulai (initiating), menjajaki (experimenting), meningkatkan (intensifying), menyatupadukan (integrating), dan mempertalikan (bonding).
Contohnya, pada saat Anda memulai masuk sekolah, kemudian menjajaki hubungan dengan orang lain melalui tegur sapa, saling berkenalan, dan bercerita. Hasil penjajakan ini dapat menjadi dasar untuk memutuskan apakah hubungan Anda akan ditingkatkan atau tidak dilanjutkan. Jika hubungan sudah semakin meningkat, biasanya muncul perasaan yang sama atau menyatu untuk kemudian menjalin tali persahabatan.
Pada tahap yang meregangkan, dimulai tahap membeda-bedakan (differentiating), membatasi (circumscribing), menahan (stagnating), menghindari (avoiding), dan memutuskan (terminating). Contohnya, di antara dua orang yang dahulunya selalu bersama. Kemudian, mulai melakukan kegiatan sendiri-sendiri. Oleh karena sering tidak bersama lagi, pembicaraan di antara mereka pun mulai dibatasi. Dalam hal ini, antarindividu mulai saling menahan sehingga tidak terjadi lagi komunikasi. Hubungan lebih mengarah pada terjadinya konflik sehingga walaupun ada komunikasi hanya dilakukan secara terpaksa.
Mangga Teuraskeun »»  
 

Sample text

Sample Text

Total Pageviews