Social Icons

Pages

Showing posts with label science. Show all posts
Showing posts with label science. Show all posts

Friday, October 4, 2013

PENYAKIT LEUKIMIA

Penyakit leukemia dapat disebut sebagai penyakit kanker darah, yang merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang menyerang sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang atau yang menyebabkan jumlah sel darah putih dalam darah meningkat. Meningkatnya jumlah sel-sel darah putih yang tidak normal menggantikan sel darah yang normal. Karena itulah ketidaknormalan membuat fungsi sel menjadi terganggu.
Penyakit leukemia yang akut merupakan penyakit yang menandakan bahwa perjalananpenyakit ini sangat mematikan dan berbahaya. Apabila tidak segera diobati atau tidak tertolong, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu atau dalam beberapa hari. Sedangkan penyakit leukemia yang kronis merupakan penyakit yang menandakan bahwa perjalanan penyakit ini memiliki harapan hidup lebih lama atau bahkan hingga lebih dari satu tahun.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit leukemia tersebut, yaitu :
  1. Leukemogenik:beberapa zat kimia diberitahukan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi leukemia tersebut, seperti obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi, bahan kimia industry dan racun lingkungan.
  2. Virus:beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan leukemia tersebut, seperti HTLV pada dewasa, retrovirus dan virus leukemia feline.
  3. Herediter: penderita down syndrome memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  4. Radiasi : beberapa riset yang menangani penyakit ini dilaporkan bahwa penderita dengan radioterapi sering menderita leukemia, para pegawai radiologi juga sering menderita leukemia dan leukemia ditemukan korban hiduppada kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.
Berikut ini tanda-tanda dan gejala dari penyakit leukemia, yaitu sebagai berikut :
  1. Mudah terserang infeksi. Hal ini disebabkan karena sel darah putih yang terbentuk tidak normal sehingga tidak berfungsi dengan semestinya. Dimana sel darah putih tersebut berfungsi sebagai pelindung daya tahan pada tubuh dan melawan adanya infeksi. Oleh karena itu, tubuh pada penderita sering terkena infeksi virus seperti radang paru-paru, diare, radang amandel. Selain itu, akan muncul keluhan adanya demam, batuk dan keluar cairan putih dari hidung.
  2. Mengalami pendarahan. Karena telah didominasi oleh sel darah putih maka sel pembeku darah tidak dapat berproduksi sewajarnya, sehingga penderita akan mengalami pendarahan pada jaringan kulitnya. Apabila ada salah satu anggota keluarga atau kerabat sering mengalami luka, maka kemungkinan orang tersebut terserang penyakit leukemia.
  3. Mengalami kekurangan darah (anemia). Penderita akan merasa cepat lelah, pucat pada wajah dan bernafas cepat akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi dalam pemenuhan kekurangan oksigen dalam tubuh. Selain itu, sesak nafas (mengalami kesulitan dalam bernafas) dan nyeri pada dada, apabila hal ini terjadi pada penderita maka sebaiknya harus segera mendapatkan pertolongan dokter.
  4. Nyeri pada persendiaan dan tulang. Hal ini disebabkan karena sumsum tulang mengalami kepadatan oleh sel darah putih. Dan nyeri pada perut yang akan berdampak pada penderita tersebut yakni hilangnya nafsu makan.
  5. Terjadi pembengkakan pada kelenjar limpa baik di leher, dada, di bawah lengan dan sebagainya. Kelenjar ini berperan sebagai penyaring maka sel leukemia dapat berkumpul sehingga mengakibatkan adanya pembengkakan.
  6. Adanya faktor keturunan. Orang tua yang sedang mengalami penyakit leukemia dapat menurun kepada anaknya. Penelitian menyatakan bahwa munculnya penyakit leukemia dapat menjadi penyebab akan adanya pengobatan menggunakan kemoterapi yang digunakan untuk membunuh jenis kanker lainnya tetapi tanpa disadari atau tidak, hal ni malah menimbulkan adanya leukemia tersebut. Salah satu faktor yang menjadi penyebab leukemia adalah radiasi, sejumlah fakta mendukung hal tersebut.
Secara medis, upaya dalam pengobatan leukemia adalah dengan melakukan transplantasi sumsum tulang. Pengobatan leukemia tersebut membutuhkan biaya yang besar dan kemungkinan besar akan mengalami efek samping dari pengobatan tersebut terhadap tubuh si penderita. Dan juga, penyakit leukemia ini bisa dipastikan dengan pemeriksaan darah (CBC, CT Scan, MRI, Ultrasound, X-ray). Selain itu, mengobati penyakit leukemia yang perlu dicoba adalah dengan menggunakan obat herbal (obat alternatif yang berasal dari bahan alami). Obat herbal ini sangat berkhasiat dan tidak menimbulkan efek samping. Misalnya obat herbal anti kanker adalah sarang semut, herbal ini mengandung banyak mineral yang dapat memerangi kanker yang telang bersarang dalam tubuh. selain itu, sarang semut ini akan membasmi kanker dalam waktu beberapa bulan dengan didukung pola hidup sehat. Dan juga yang terpenting adalah memberikan motivasi dalam diri si penderita, tidak akan pernah menyerah untuk mengalahkan penyakit yang dideritanya. Penderita leukemia harus memiliki keyakinan dan optimis bahwa penyakit ini pasti sembuh dengan itulah penderita akan terus berusaha untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut.
sumber : pengobatanpenyakit.net
sumber : pengobatanpenyakit.net
Mangga Teuraskeun »»  

PERHITUNGAN NILAI PERSEDIAAN BARANGA DENGAN METODE FIFO DAN LIFO

Pengertian dan Klasifikasi Persediaan
“ Persediaan adalah suatu jenis aktiva atau barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau badan usaha (saat) tertentu, yang akan dijual kembali atau akan dikonsumsi (dipakai) dalam operasi normal perusahaan. (F.X. Sudarsono ; 1996,106).”
“ Persediaan adalah pos harta yang ditahan untuk dijual dalam kegiatan usaha yang biasa atau barang yang dikonsumsi dalam produksi barang yang akan dijual. (Kieso dan Weygandt ; 1995,491).”
Sedangkan menurut “ Radiks Purba (1995,159) dilihat dari segi neraca, persediaan adalah barang atau bahan yang masih tersedia pada tanggal neraca, yang dapat segera dijual atau digunakan (dikonsumsi) atau diolah dahulu (manufaktur) kemudian dijual.”
Pengertian persediaan untuk jenis barang tertentu bagi perusahaan yang satu tidak sama dengan perusahaan yang lain, misalnya aktiva berupa : mobil, mesin-mesin pabrik merupakan aktiva tetap bagi perusahaan manufaktur namun bagi perusahaan perdagangan mobil dan mesin-mesin pabrik aktiva jenis tersebut merupakan persediaan.
Persediaan barang diklasifikasikan sesuai dengan jenis usaha perusahaan tersebut. Dalam perusahaan perdagangan persediaan barang merupakan aktiva dalam bentuk siap dijual kembali dan yang paling aktif dalam operasi usahanya. Sedangkan dalam perusahaan pabrikasi atau manufaktur, persediaan barang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Terdapatnya klasifikasi persediaan yang berbeda antara perusahaan perdagangan dengan perusahaan manufaktur adalah karena fungsi dua perusahaan itu memang berbeda. Fungsi perusahaan perdagangan adalah menjual barang yang diperolehnya dalam bentuk sudah jadi. Dengan kata lain, tidak ada proses pengolahan seandainya terjadi pengolahan maka pengolahan tersebut terbatas pada pembungkusan atau pemberian kemasan agar barang lebih menarik selera konsumen. Sedangkan fungsi perusahaan manufaktur adalah mengolah bahan mentah menjadi produk selesai.



Sistem Pencatatan Persediaan
Sistem pencatatan persediaan yang lazim digunakan ada dua macam yaitu:
  1. Sistem fisik (physical inventory system)
    1. Sistem Perpetual (perpetual inventory system).

Sistem Fisik (Physical Inventory System)
Sistem persediaan fisik atau periodik adalah sistem dimana harga pokok penjualan dihitung secara periodik dengan mengandalkan semata-mata pada perhitungan fisik tanpa menyelenggarakan catatan hari ke hari atas unit yang terjual atau yang ada ditangan. Sistem fisik digunakan untuk menentukan jumlah kuantitas persediaan barang dan dilakukan pada akhir periode akuntansi. Cara perhitungan harga pokok penjualan dilakukan seperti berikut ini :
Pesediaan Awal                                  xxx
Pembelian                                            xxx  +
Barang tersedia untuk dijual               xxx
Persediaan Akhir                                 xxx 
Harga Pokok Penjualan                       xxx
                                                            ===
Ciri-ciri sistem fisik atau periodik adalah sebagai berikut :
  • Pemasukan dan pengeluaran persediaan tidak dicatat dan tidak diperhitungkan dalam  suatu catatan tertentu.
  • Pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening pembelian bukan persediaan barang.
  • Perhitungan persediaan akhir sekaligus digunakan untuk perhitungan harga pokok penjualan dengan menggunakan jurnal penyesuaian.

Sistem ini cukup sederhana dan mudah diterapkan, tetapi kurang baik untuk pengawasan persediaan, karena kekurangan persediaan yang hilang tidak dapat dideteksi dan manajemen tidak memiliki alat untuk mengetahui jumlah persediaan setiap saat.


Sistem Perpetual (Perpetual Inventory System)
Sistem persediaan perpetual adalah suatu sistem yang menyelenggarakan pencatatan terus-menerus yang menelusuri persediaan dan harga pokok penjualan atas dasar harian. Perkiraan persediaan didukung dalam kartu-kartu pembantu persediaan (kartu persediaan). Kartu persediaan digunakan untuk mencatat transaksi setiap jenis persediaan, memuat nama barang, tempat penyimpanan barang, kode barang dan kolom-kolom yang dipakai untuk mencatat transaksi adalah tanggal, pembelian (pemasukan), penjualan (pengeluaran) dan sisa atau saldo persediaan. Berikut contoh kartu persediaan :
Nama perusahaan :
Jenis barang         :
Kode barang  :
Gudang          :
Tgl.
Pembelian
Penjualn
Saldo
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
Unit
Harga
Jumlah
          











Ciri-ciri pengelolaan persediaan dengan sistem perpetual adalah sebagai berikut :
  • Setiap terjadi pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening persediaan barang.
  • Setiap terjadi pengeluaran barang (penjualan) dicatat mengkredit persediaan sejumlah harga pokok penjualan.
  • Setiap saat dapat diketahui jumlah kuantitas sisa atau saldo persediaan.

Sistem perpetual memudahkan dalam penyusunan neraca dan laporan perhitungan laba rugi karena penentuan persediaan akhir tidak perlu lagi menghitung fisiknya tetapi perhitungan fisiknya tetap dilakukan untuk tujuan pengawasan terhadap persediaan barang.

 Metode Penilaian Persediaan
Metode yang dapat dipakai untuk menentukan besarnya nilai persediaan ada beberapa macam. Nilai persediaan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap penyusunan laporan keuangan baik dalam neraca maupun laporan perhitungan laba rugi. Nilai persedian yang tercantum dalam neraca menunjukkan nilai kekayaan yang berdasarkan prinsip hati-hati menghendaki nilai mana yang terendah. Sedangkan nilai persediaan untuk kepentingan perhitungan laba rugi dihadapkan kepada kepentingan penentuan laba yang diperoleh perusahaan.
Beberapa metode penilaian persediaan yang ada dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Metode Harga Pokok (cost), dibagi menjadi :
    1. Metode Identifikasi Khusus
    2. Metode Rata-rata, yang dibagi menjadi :
-  Sistem Fisik :( 1) Metode rata-rata sederhana;(2) Metode rata-rata tertimbang.
- Sistem Perpetual : metode rata-rata bergerak
  1. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (First In First Out)
  2. Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (Last In First Out)
  3. Metode Harga Terendah diantara Harga Pokok dan Harga Pasar (Lower of cost or market).
  4. Metode Taksiran, yang didasarkan atas :
    1. Metode Laba Kotor
    2. Metode Harga Eceran
 Metode Harga Pokok (cost)
Penilaian persediaan barang dagangan dengan menggunakan harga pokok adalah penilaian persediaan yang besarnya terdiri dari seluruh pengeluaran yang dilakukan atas kewajiban-kewajiban yang timbul untuk memperoleh barang sampai barang tersebut siap untuk dijual atau dikonsumsi.
  1. Metode Identifikasi Khusus
Metode harga pokok yang didasarkan atas metode identifikasi khusus adalah suatu metode penilaian harga yang didasarkan atas nilai perolehan dari barang yang sesungguhnya. Penggunaan metode ini biasanya dipakai untuk barang yang tidak banyak unitnya (kuantitasnya) dan harganya pun cukup mahal.






  1. Metode Rata-rata (Average Method)
Metode harga pokok rata-rata adalah suatu metode penilaian persediaan yang didasari atas harga rata-rata dalam periode yang bersangkutan. Besar kecilnya nilai persediaan yang masih ada dan harga pokok barang yang dijual, dipengaruhi oleh metode yang dipakai dalam metode rata-rata adalah : (1) sistem fisik yang dibagi menjadi metode rata-rata sederhana dan metode rata-rata tertimbang ; (2) sistem perpetual (metode rata-rata bergerak). Rumus yang digunakan pada metode rata-rata adalah sebagai berikut :
Metode rata-rata sederhana :
Biaya perunit                           = Total harga perunit pembelian
Frekuensi pembelian
Nilai persediaan akhir             = Persediaan akhir x biaya perunit
Harga pokok penjualan           = unit yang dikeluarkan x biaya perunit
-    Metode rata-rata tertimbang :
Biaya perunit                           = Jumlah harga perunit x banyaknya unit
Banyaknya Unit
Nilai persediaan akhir             = persediaan akhir x biaya perunit
Harga pokok penjualan           = unit yang dikeluarkan x biaya perunit
-       Metode rata-rata bergerak :
Metode ini diselenggarakan dengan kartu persediaan dan harga pokok perunit persediaan selalu berubah setiap terjadi pembelian barang baru.
Harga pokok rata-rata = harga perolehan lama + harga perolehan baru
Unit barang lama + unit barang baru
  1. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (First In First Out)
Metode First In First Out (FIFO) adalah metode penilaian persediaan yang menganggap barang yang pertama kali masuk diasumsikan keluar pertama kali pula. Pada umumnya perusahaan menggunakan metode ini, sebab metode ini perhitungannya sangat sederhana baik sistem fisik maupun sistem perpetual akan menghasilkan penilaian persediaan yang sama.





Cara menghitung persediaan akhir adalah sebagai berikut :
Persediaan awal                      xxx
Pembelian                                xxx +
Tersedia untuk dijual              xxx
Penjualan                                 xxx –
Persediaan akhir                      xxx
Metode FIFO yang didasarkan atas sistem fisik, nilai persediaan akhir ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang terakhir kali masuk, bila saldo fisik ternyata lebih besar dari jumlah unit terakhir masuk maka sisanya diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk sebelumnya. Sedangkan pada sistem perpetual pencatatan persediaan dilakukan secara terus menerus dalam kartu persediaan. Pada sistem ini apabila ada transaksi penjualan maka akan dijurnal dua kali, pertama mencatat harga pokok penjualan dan yang kedua mencatat harga pokok barang yang dijual, seperti berikut ini :
Kas/ Piutang Dagang              xxx
Penjualan                                 xxx
HPP                                         xxx
Persediaan barang                   xxx
  1. Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (Last In First Out)
Metode Last In First Out (LIFO) adalah metode penilaian persediaan yang terakhir masuk diasumsikan akan keluar atau dijual pertama kali. Metode ini memiliki konsep yang cukup sederhana namun sulit dilaksanakan. Pengaruh penggunaan metode LIFO terhadap penentuan laba bersih usaha, jika harga cenderung naik maka laba perusahaan terlalu kecil atau sebaliknya.
Metode LIFO secara sistem fisik ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang masuk pada awal periode bila saldo fisik ternyata lebih besar dari barang yang masuk pada awal periode maka diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk berikutnya. Sedangkan dengan sistem perpetual, setiap kali ada transaksi baik pembelian maupun penjualan dicatat dalam kartu persediaan.
Mangga Teuraskeun »»  
 

Sample text

Sample Text

Total Pageviews