Social Icons

Pages

Tuesday, April 2, 2013

10 Rumah Teraneh Di Dunia


Banyak sekali bentuk-bentuk rumah di dunia ini dan biasanya model-modelnya juga mengikuti jaman. Model yang sedang ngetrend sekarang adalah rumah minimalis maka rumah di Jakartapun banyak yang dibangun dengan model jenis ini. Biasanya model-model baru akan bermunculan setiap beberapa tahun sehingga model baru pun akan menggantikan model baru. Akan tetapi ada beberapa model rumah yang klasik yang tidak berubah dari jaman ke jaman dan di ingat orang sepanjang masa. Dan inilah yang terjadi terhadap bangunan-bangunan dibawah ini. Beberapa bangunan-bangunan ini sedemikian uniknya shingga menjadi bangunan bersejarah dari masa ke masa

Residential Car-House di Salzburg, Austria
Rumah mobil ini dibangun di Salzburg, Austria, oleh arsitek Jerman, Markus Voglreiter, memakan biaya 1 million euros untuk membangun nya di tahun 2004. Informasi lebih lengkap tentang rumah mobil ini, bisa dibaca disini rumah mobil.




Casa Batllo di Barcelona, spanyol
Ketika pemilik rumah Josep Batllo, menunjuk arsitek Antoni Gaudi untuk merenovasi rumah nya di tahun 1877 di Barcelon, Spanyol, ternyata arsitek ini bukan hanya  membuat perombakan radikal besar-besaran terhadap rumah tersebut tetapi juga menghasilnya maha karya yang masih diingat orang 100 tahun kemudian. Rumah ini selesai di bahun di tahun 1904.





Meseum Seni Frederick R. Weisman di Minneapolis, Amerika
Terletak di sungai Mississippi, Minneapolis, Amerika. Museum Seni Frederick R. Weisman di University of Minnesota ini mempunyai dua sisi yang berbeda. Di satu sisi (kampus sisi), penampilannya bisa berbaur dengan bangunan-bangunan sekitar nya yang dibangun dari batu-batuan. Di sisi lain, museum ini berbaur dengan bangunan dari besi. Museum ini adalah hasil karya arsitek Frank Gehry.





The Haines Shoe House di York County, Pennsylvania, Amerika
Di bangun tahun 1948 oleh pengusaha sepatu Mahlon Haines, rumah ini merupakan salah satu alat beriklan terkenal di jaman tersebut. Dimensi rumah ini adalah 48-foot panjang, 17 foot lebar, dan 25 foot tinggi mempunyai 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur, dan 1 ruang tamu, dengan 5 lantai.






Guggenheim Museum di Bilbao, Spanyol
Arsitek Frank Gehry merancang museum Guggenheim Museum, terletak di kota pelabuhan di Bilbao, untuk menyerupai kapal.



Longaberger Co. di Newark, Ohio, Amerika
Bangunan menyerupai keranjang ini adalah kantor dari Longaberger Co. dibangun tahun 1997 dan selesai dua tahun kemudian. Bangunan ini mempunyai 7 tingkat dan terletak di Ohio adlah merupakan replika dari keranjang perusahaan Longaberger Co. Bangunan ini akan terlihat spektakular pada malam hari dimana cahaya lampu bersinar dari 84 jendela yang dipunyai ‘keranjang’ ini.





Country Music Hall of Fame and Museum di Nashville, Tennessee, Amerika
Country Music Hall of Fame and Museum in Nashville dibangun dengan bentuk kunci G (horizontal) dalam musik dan berbentuk piano. Biaya membangun nya adalah juta (sekitar Rp 335 milyar) dan museum ini mulai di buka di tahun 2001





Sydney Opera House di Sydney, Australia
Dirancang oleh arsitek Denmark dengan atap yang mirip kapal, Sydney Opera House dibuka bulan Oktober 1973 dan merupakan ikon paling terkenal dari Australia




Torre Galatea (Figueras, Spain)
Hal pertama yang anda lihat pasti telur raksasa yang ada di langit-langit. Museum ini dibangun oleh sang arsitek, Dali, untuk mengenang istri sang artis yang telah meninggal. Yang heran nya, rumah ini berdiri disamping gereja tempat Dali dibaptis di tahun 1904.






Ideal Palace of Ferdinand Cheval di Hauterives, Perancis
Di 1879, pak pos asal Perancis mulai pembangunan rumah ini dan baru selesai setelah 33 tahun kemudian. Rumah ini terbuat dari batu-batu yang bersastu dengan lemon dan semen. Rumah ini adalah karya seni yang maha besar

Mangga Teuraskeun »»  

10 Fenomena Hujan Teraneh dan Terunik Yang Pernah Ada di Dunia


1. Hujan Laba-laba di Argentina
Hujan Laba - Laba

Pada tanggal 6 April 2007, laba-laba dalam jumlah yang sangat banyak berjatuhan dari langit propinsi Salta, Argentina. Pada waktu itu, Christian Oneto Gaona dan teman-temannya memutuskan untuk bepergian ke Propinsi Salta selama liburan. Mereka mulai mendaki Gunung San Bernardo dan dua jam kemudian, mereka menemukan tanah di sekitar mereka diselimuti oleh laba-laba dengan berbagai warna, dengan panjang sekitar 4 inci. Semakin naik ke puncak gunung semakin banyak laba-laba yang mereka temukan. Mereka mencari sumber laba-laba tersebut dan alangkah terkejutnya mereka melihat begitu banyak laba-laba yang berjatuhan dari langit.


2. Sapi Yang Jatuh Dari Langit Di Laut Jepang
Sapi Jatuh Dari Langit?



Pada tahun 1997 sebuah kapal nelayan Jepang diselamatkan di Laut Jepang. Mereka mengklaim bahwa seekor sapi jatuh dari langit dan menimpa perahu mereka sehingga menyebabkannya tenggelam. Para anggota kru itu langsung dipenjarakan karena dikira mengada-ada. Sekitar 2 pekan kemudian, Angkatan Udara Rusia menginformasikan Pemerintah Jepang bahwa kru dari salah satu kapal kargonya telah mencuri seekor sapi dan menempatkannya bukan di tempat khususnya di pesawat. Karena itu si Sapi mengamuk saat kapal sedang terbang sehingga membuat pesawat oleng tak terkendali. Untuk menyelamatkan peswat dan diri mereka, pada ketinggi sekitar 30.000 kaki, kru tersebut terpaksa mendorong jatuh sapi tersebut saat melintasi laut Jepang. Wah… ternyata sapi dari pesawat. Tetapi ada daging beneran yang jatuh dari langit pada waktu yagn lain (lihat nomor 10).


3. Hujan darah di Kolombia
Hujan Darah! Pada tahun 2008, hujan berwarna merah yang dipastikan oleh bakteriolog setempat sebagai darah jatuh pada sebuah komunitas kecil di La Sierra, Choco. Sebagian sampel diambil dan analisis, dan hasilnya menunjukkan bahwa air itu darah. Orang yang dituakan di dusun tersebut mengatakan bahwa ini merupakan tanda dari Tuhan bahwa manusia harus menghentikan perbuatan-perbuatan dosa yang mereka lakukan

4. Hujan Star Jelly (Ubur-ubur) di Skotlandia
Hujan Ubur - Ubur Pada tahun 2009, hujan jelly terjadi di Skotlandia. Para ilmuwan yang tergabung dalam National Geographic melakukan tes pada benda tersebut, tetapi mereka tidak menemukan adanya DNA di dalamnya. Teori pun bermuncul tentang asal usul star jelly ini termasuk yang mengatakan bahwa itu merupakan ovarium katak yang dimuntahkan oleh elang karena tidak dapat dicerna. Tetapi jumlahnya sangat banyak

5. Hujan Cacing yang jatuh dari langit di USA
Hujan Cacing Salah seorang pegawai kepolisian, Eleanor Beal baru saja melintasi jalan untuk pergi bekerja ketika sesuatu terjatuh dari langit. Bukan langit yang runtuh, tetapi yang jatuh itu cacing, kata dia. Dari mana asalnya masih menjadi misteri, tetapi ada yang meyakini bahwa semburan air yang berjarak kurang dari lima mil pada saat yang sama di dekat Lacassine Bayou bisa menjadi penyebabnya.

6. Salju berwarna-warni jatuh di Siberia
Salju Berwarna - Warni Di daerah Omsk, 1400 mil ke timur Moskow, salju berwarna orange, kuning, dan hijauh jatuh disana pada tahun 2007.

7. Hujan Ikan di Australia
Hujan Ikan

Kejadian ini belum berselang. Dari langit di Lajamanu Australia, ribuan ikan terjatuh dari langit selama badai hujan hebat di kawasan itu.Penduduk setempat cukup terkejut akan fenomena ini, bahkan ada yang menyebut itu ikan-ikan yang aneh, beberapa diantaranya masih hidup bahkan setelah jatuh ke tanah atau genangan air.

8. Hujan Kecebong di Ishikawa, Jepang
Hujan Kecebong Pada bulan Juni 2009, menjelang musim hujan, daerah Ishikawa Jepang kejatuhan kecebong dari langit dalam jumlah yang sangat banyak. Yang membuat heran adalah di daerah ini tidak terjadi angin puting beliung ataukah angin kencang yang dapat mengangkat ikan dan benda di air lainnya ke darat. Cuaca juga bagus. Seorang pria 55-tahun di kota Nano tertimpa hujan kecebong yang menutupi luas area sampai radius 10 meter.

9. Hujan Burung Jalak di Inggris
Hujan Burung Jalak Di kampung Somerset, Coxley, dekat Wells, ratusan burung jalak berjatuhan dari langit tepat di kebun Julie Knight pada Maret 2010.

10. Hujan daging segar di USA
Hujan Daging Segar Pada tanggal 9 Maret 1876, serpihan-serpihan daging jatuh di dekat rumah Allen Coruch, yang tinggal di dekat Olympian Springs. Daging-daging ini sampai menutupi tanah seluas 100 x 50 yard. Langit dalam keadaan cerah pada waktu itu, dan Allen mengatakan daging-daging ini terjatuh seperti kepingan salju. Dua lelaki yang mencicipi daging itu mengatakan bahwa daging itu bukan daging domba ataupun daging rusa
Mangga Teuraskeun »»  

10 Kejadian teraneh di Dunia

Pernah menemui kejadian aneh di sekitar kita? Jangan kaget, karena memang di dunia ini terdapat banyak sekali kejadian aneh yang bila difikir secara logika tidak akan pernah masuk akal. Namun dari sekian banyak kejadian aneh tersebut terdapat 10 kejanian teraneh di dunia yang berhasil membuat banyak orang mengernyitkan dahinya sebagai tanda heran atas kejadian - kejadian yang pernah terjadi tersebut.
 
Berikut ini adalah 10 kejadian teraneh di dunia:
 
1. HUMANZEE
 
 
 
 
Humanzee adalah seekor simpanse yang tercipta sebagai hasil hipotesis dan hibrida manusia.
 
 
2. MANUSIA MARREE
 
 
 
 
Biasa juga disebut sebagai raksasa stuart yang ditemukan pada tahun 1998 dan diperkirakan merupakan orang Australia asli
 
 
3. INSIDEN VELA
 
 
 
 
Merupakan sebuha insiden terjadinya meledaknya atmosfer sebagai akibat dari lebih dari 2000 uji coba peledakan nuklir pada tahun 1977
 
 
4. THE BLOOP
 
 
 
 
The bloop adalah istilah yang diberikan untuk tenaga ultra frekuensi rendah yang terdeteksi oleh NOAA (U.S National Oceanic & Atmospheric Administration) pada tahun 1997
 
 
5. WOW SINYAL
 
 
 
 
Pada tahun 1977, teleskop BIg Ear mencatat terdapat sinyal aneh yang datang dari rasi sagitarius
 
 
6. IVY LEAGUE FOTO POSTUR TELANJANG
 
 
 
 
Ini merupakan peristiwa paling kontroversial yang pernah terjadi di Amerika. Bahkan beberapa pejabat penting Amerika seperti George Bush dan Hilary Clinton juga pernah mengalami ini saat mereka akan masuk universitas.
 
 
7. GLOBSTER
 
 
 
 
Globster merupakan bangkai dari seekor tasmania yang diperkirakan berukuran 6,1 meter dan memiliki berat tubuh hingga 10 ton. Bangkai ini tidak emmiliki mata dan kepala untuk diidentifikasi.
 
 
8. YAYASAN K MEMBAKAR UANG SEBERAT 1 POUND
 
 
 
 
Ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh yayasan K untuk menghabiskan uang yang mereka punya.
 
 
9. WHO PUT BELLA IN TEH WYCH ELM?
 
 
 
 
Wych Elm ada sebuah tugu prasasti yang dibangun pada tahun 1758. Dan ternyata diketahui bahwa di dalam prasasti tersebut terdapat banyak kerangka manusia yang tidak diketahui siapa yang membuang disitu. Hingga pada tahun 1999 terdapat tulisan Who Put Bella in the wych elm tanpa diketahui juga siapa yang menulis.
 
 
10. KECELAKAAN JAPAN AIRLINES PENERBANGAN 1628
 
 
 
 
Boleh percaya atau tidak, pada saat memegang kendali pesawat Japan Air Lines ini, Kapten Kenji Terauchi, mengalami beberapa kecelakaan di wilayah udara Alasaka yang diakibatkan oleh serangan dari beberapa UFO yang terusik dengan penerbangan Japanese Air Lines ini.
 
Mangga Teuraskeun »»  

Istana Cipanas

Istana Kepresidenan Cipanas terletak di antara jalur Jalan Raya Jakarta dan Bandung melalui puncak. Terletak sekitar 103 kilometer dari Jakarta, atau sekitar 20 kilometer dari kota Kabupaten Cianjur. Istana Cipanas berada di desa Cipanas, kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, di kaki Gunung Gede, Jawa Barat, pada ketinggian 1.100 meter dpl. Bangunan istana berdiri di atas areal lebih kurang 26 hektar, dengan luas bangunan sekitar 7.760 meter persegi.
Istana Cipanas dibangun sebagai tempat peristirahatan dan persinggahan. Halamannya terbagi dalam dua areal, yakni areal taman istana dan areal hutan istana. Dalam areal hutan istana hingga tahun 2001, menurut katalog Pertama Daftar Tanaman Koleksi Istana Kepresidenan Cipanas terbitan Istana Kepresidenan Cipanas, yang bekerja sama dengan Kebun Raya Cibodas, LIPI, tercatat sebanyak 1.334 spesimen, 171 spesies, 132 marga ( yang 14 nomor di antaranya diketahui nama marganya), serta 61 suku.
Istana Kepresidenan terdiri dari sebuah bangunan induk, enam buah paviliun, sebuah gedung khusus, dan dua buah bangunan yang lain, yaitu penampungan sumber air panas dan sebuah masjid.
Bangunan Induk, yang secara resmi disebut Gedung Induk Istana Kepresidenan Cipanas, berdiri di atas areal seluas 982 meter persegi. Sesuai dengan namanya, gedung ini merupakan gedung yang paling besar jika dibandingkan dengan gedung-gedung lainnya yang ada di kompleks istana ini. Gedung Induk merupakan gedung peristirahatan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya.
Gedung Induk Istana Kepresidenan Cipanas, sesuai dengan fungsinya, terdiri dari ruang tamu, ruang tidur, ruang kerja, ruang rias, ruang makan. Dan serambi belakang. Secara khusus ruang tamunya berupa bangunan panggung yang berlantaikan kayu. Salah satu dinding lorong utama Gedung Induk dipajangi dengan sebuah lukisan karya Soejono D.S., yang dibuatnya pada tahun 1958; lukisan ini dikenal dengan nama Jalana Seribu Pandang. Nama tersebut diabadikan kepada lukisan itu karena keistimewaannya sendiri, yaitu bahwa dari arah mana pun lukisan itu di pandang mata memandang. Lukisan Jalan Seribu Pandang tersebut judul aslinya adalah Jalan Menuju Kaliurang.

Sekalipun dibangun secara bertahap, enam buah paviliun istana akhirnya berdiri di sekitar Gedung Induk, tepatnya di halaman belakang gedung ini. Keenam buah paviliun tersebut diberi nama Paviliun Yudistira, Paviliun Bima, Paviliun Arjuna, Paviliun Nakula, Paviliun Sadewa, dan Paviliun Abimanyu. Di samping itu juga terdapat dua bangunan lainnya yang diberi nama Paviliun Tumaritis I dan Paviliun Tumaritis II, yang lokasinya agak terpisah dari sekitar Gedung Induk dan keenam paviliun itu.
Gedung Bentol terletak di belakang Gedung Induk, gedung ini amat mungil karena bangunannya memang jauh lebih kecil daripada Gedung Induk dan keenam paviliunnya. Namun, gedung ini berdiri lebih tinggi daripada bangunan-bangunan yang lain, termasuk Gedung Induk. Ini disebabkan oleh kenyataan bahwa gedung ini memang berada di lereng gunung. Seperti telah dikemukakan, gedung ini amat unik; namanya Gedung Bentol. Gedung ini merupakan produk dua arsitek anak bangsa, yang bernama R.M. Soedarsono dan F Silaban.
Di bagian belakang Gedung Induk, masih terdapat beberapa bangunan. Namun, yang paling besar peranannya terhadap keberadaan Istana Kepresidenan Cipanas adalah sumber mata air panas yang mengandung mineral itu. Maslahatnya bagi kesegaran dan kebugaran raga memang sangat alami. Oleh karena itu, untuk menampung limpahan air dari sumber alam tersebut didirikan dua buah bangunan pemandian. Bangunan yang satu dikhususkan untuk mandi Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, sedang bangunan satunya yang lebih besar disediakan untuk rombongan yang menyertai Presiden atau Wakil Presiden. Baik dalam bangunan pemandian yang pertama maupun yang kedua, perabotannya berkaitan dengan keperluan mandi.
Tidak jauh sebelum Gedung Pemandian itu tampak sebuah danau terbuka yang berdiri di atas kolam pemancingan ikan. Selain itu, di sebelah kiri halaman belakang Gedung Induk juga terdapat sebuah bangunan masjid bernama Masjid Baiturrahim serta beberapa rangkaian bangunan kecil lainnya sebagai ruang perkantoran istana ini. Di samping itu, di sisi sebelah kiri Gedung Induk tampak Rumah Kebun, tempat pembibitan dan perancangan taman bunga dan taman hutan istana.
Mangga Teuraskeun »»  

Kecap Rajékan Dwiréksa, Trilingga & Binarung Rarangkén

Kecap Rajékan Dwiréksa

Kecap rajékan dwiréksa (dwi = dua, réka = rupa) nyaéta kecap rajékan anu diwangun ku cara nyebut dua kali wangun dasarna bari salahsahijina aya nu robah sorana.

Contona: tulang + R -------> tulang-taléng
                 Balik   + R  -------> bulak-balik

Guna jeung hartina, di antarana:
1. “Rajeun téh barangbéré, mere tulang-taléng.”
Ngarajék dwiréka di dinya gunana ngawangun kecap barang nu hartina ‘loba/rupa-rupa…’.

2. “Ayeuna mah manéhna téh bulak-balik baé ka dieu.” 
Ngarajék dwiréka di dinya gunana ngawangun kecap pagawéan (aktif) nu hartina ‘remen ngalakukeun…’.
Conto séjéna: pundah-pindah, sura-seuri, dulak-delék

3. “Kadé si Éta mah sok pulang-paling.”
Ngarajék dwiréka di dinya gunana ngawangun kecap pagawéan (aktif) nu hartina ‘remen/biasa ngalakukeun pagawéan teu tangtu objékna’.
Conto séjéna: puak-paok, ula-ala, cukat-cokot

4. “Ari balik sakola téh ulah sok terus udar-ador.”
Ngarajék dwiréka di dinya gunana ngawangun kecap pagawéan (aktif) nu hartina ‘ngalakukeun pagawéan teu puguh tujuan’.
Conto séjéna: utrak-atrok, luntang-lantung, lantrak-lintrik.

5. “Kuring ogé osok kurung-karang di imah mah.”
Ngarajék dwiréka di dinya gunana ngawangun kecap pagawéan (aktif) nu hartina ‘ngalakukeun pagawéan teu tangtu objékna’.
Conto sejena: tulas-tulis, bucu-baca, kupat-kaput


Kecap Rajékan Trilingga
Kecap rajékan trilingga (tri = tilu, lingga = tugu, tanda) nyaeta kecap rajékan anu diwangun ku cara nyebut tilu kali wangun dasarna bari robah sorana. Biasana wangun dasarna téh mangrupa kecap anteuran atawa tiruan sora.

Contona: dor + R --------> dar-dér-dor
                 blug + R --------> blag-blig-blug

Guna jeung hartina, di antarana:

1. “Manéhna nyarita hah-héh-hoh.”
Ngarajék trilingga di dinya gunana ngawangun kecap pagawéan (aktif) nu hartina ‘remen/terus-terusan ngaluarkeun sora …’.
Conto séjéna: prat-prét-prot

2. “Barudak blag-blig-blug lantaran lumpat di nu leueur.”
Ngarajék trilingga di dinya gunana ngawangun kecap sipat nu hartina ‘loba/remen aya dina kaayaan …’.
Conto séjéna: plak-plik-pluk


Kecap Rajékan Binarung Rarangkén

Kecap rajékan binarung rarangkén nyaéta kecap rajékan anu diwangun ku cara nyebut dua kali atawa leuwih wangun dasarna bari dirarangkénan. Bisa ogé disebut kecap rajékan anu dirarangkénan.

Contona: alus + sa- R  --------->  saalus-alus
                 alus + pa- R --------->   paalus-alus
                 bogoh + R –an --------->  bobogohan
                 kadali + R  –eun --------->   kakadalieun
                alus + sa- R  -an --------->  saalaus-alusna

1. Kecap Rajékan Binarung Rarangkén pa- R
Kecap rajékan binarung rarangkén pa- R nyaéta kecap rajékan anu dikantétan ku rarangkén hareup pa-.

Guna jeung hartina, di antarana:

1.  “Barudak pajauh-jauh malédog di sisi laut.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap pagawéan (aktif) nu hartina ‘migawé supaya leuwih … ti nu séjén’.
Conto séjéna: patarik-tarik, paluhur-luhur, paalus-alus

2. “Néng Azka keur pakaléng-kaléng jeung adina.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap pagawéan (aktif) nu hartina ‘pabales-bales/silih- …’.
Conto séjéna: papelong-pelong, patangkeup-tangkeup

3. “Geuning Si Ujang jeung Si Nyai téh kalah paheneng-heneng.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap pagawéan (aktif) nu hartina ‘loba dina kaayaan silih- …’.
Conto séjéna: pahuleng-huleng, padago-dago, patutur-tutur

4. “Engké pasosoré kuring rék ngojay di Cibulakan.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap sipat nu hartina ‘dina waktu …’.
Conto séjéna: pabeubeurang, pasusubuh

2. Kecap Rajékan Binarung Rarangkén sa- R
Kecap rajékan binarung rarangkén sa- R nyaéta kecap rajékan anu dikantétan ku rarangkén hareup sa-.

Guna jeung hartina, di antarana:

1. “Sabisa-bisa manéh kudu balik heula ka Warungbuah.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap pagawéan (aktif) nu hartina ‘sa- … mungkin’.
Conto séjéna: sanyaho-nyaho

2. “Tadi peuting mah teu sirikna salelembur ngepung bangsat.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap barang nu hartina ‘sakabéh pangeusi’.
Conto séjéna: saiimah

3. “Budak sageulis-geulis disebut goréng patut.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap sipat nu hartina ‘sakitu … -na’.
Conto séjéna: sapinter-pinter, saalus-alus


3. Kecap Rajékan Binarung Rarangkén  R -an
Kecap rajékan binarung rarangkén R –an nyaéta kecap rajékan anu dikantétan ku rarangkén tukang -an.

Contona:  tangkal + R  -an ---------> tatangkalan
                  Kuda + R  -an ---------> kukudaan

Guna jeung hartina di antarana:

1. “Lamun rék ulin ka gunung, ulah ngaganggu tatangkalan.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap barang nu hartina ‘loba/rupa-rupa …’.
Conto séjéna: beubeutian, dangdaunan, sasatoan

2. “Adi kuring keur tumpak kukudan.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap barang nu hartina ‘tiruan …’.
Conto séjéna: sisingaan, jejelemaan, momobilan, dadaunan

3. “Manéhna malédog, keuna kana mumuncangan kuring.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap barang nu hartina ‘babagian awak nu boga sipat saperti …’.
Conto séjéna: peupeuteuyan, kakadutan, kekendangan


4. Kecap Rajékan Binarung Rarangkén  R -eun
Kecap rajékan binarung rarangkén R –eun nyaéta kecap rajékan anu dikantétan ku rarangkén tukang -eun.

Contona:  budak + R  -eun  --------->  bubudakeun
                   Sieun + R   -eun  --------->  singsieuneun

Guna jeung hartina, di antarana:

1. “Budak téh biwirna kakadalieun, kudu diviolétan.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap barang nu hartina ‘kasakit …’.
Conto séjéna: singsireumeun, kokoloteun

2. “Ka Néng Dési téh deungdeuleueun ka kéomna wé.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap sipat nu hartina ‘terus-terusan aya dina kaayaan asa …’.
Conto séjéna: rarasaeun, babaueun, singsieuneun

3. “Manéhna téh geus kolot, teu pantes bubudakeun baé.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap sipat nu hartina ‘boga sipat saperti …’.
Conto séjéna: ngongoraeun


5. Kecap Rajékan Binarung Rarangkén  sa- R -na
Kecap rajékan binarung rarangkén sa- R –na nyaéta kecap rajékan anu dirajékan bari dikantétan ku rarangkén hareup sa- jeung rarangkén tukang -na.

Contona:  hérang + sa- R  -na  --------->  sahérang-hérangna
                   alus + sa- R   -na  --------->  saalus-alusna

Guna jeung hartina, di antarana:

1. “Sahérang-hérangna ogé cai walungan atuh.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap sipat nu hartina ‘sakumaha  … -na’.

2. “Néangan duit saloba-lobana ambéh bisa indit ka Mekah.”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap sipat nu hartina ‘aya dina kaayaan teu kawatesanan …’.

3. “Boga duit ngan sakitu-kituna dibawa kabéh!”
Ngarajék binarung ngararangkénan di dinya gunana ngawangun kecap sipat nu hartina ‘lobana kawatesan’.
Conto séjéna: sakieu-kieuna
Mangga Teuraskeun »»  

CONTOH PARAGRAF DESKRIPSI, EKSPOSISI, ARGUMENTASI, NARASI, DAN PERSUASI

A. Deskripsi 

Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti:
Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
Pola pengembangan paragraf deskripsi:
Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat.
Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.
Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.
Contoh Paragraf:


Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku. Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.


B. Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya.


Ciri-ciri paragraf eksposisi:
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya.
Ciri-ciri paragraf eksposisi:
a. Memaparkan definisi (pengertian).
b. Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan.
Contoh:
Paragraph 1 (a)
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.


Paragraph 2 (b)
Pernahkan Anda menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut? Bagaimana cara mengatasinya? Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut. Pertama, persipakan diri Anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu; kedua, pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut; ketiga, pupuk dan binalah rasa percaya diri; keempat, setelah timbul rasa percaya diri, pertebal keyakinan Anda; kelima, untuk menambah rasa percaya diri, kita harus menambah kecakapan atau keahlian melaluin latihan atau belajar sungguh-sungguh.
Sumber : www.telukbone.org


C. Argumentasi
Karangan argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi).
Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
Ciri-ciri karangan argumentasi:
Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
Penutup berisi kesimpulan.
Contoh:
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.
Sumber : www.publicopinion.com


D. Narasi
Menurut Keraf (2000:136), ciri karangan narasi yaitu:
Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
Dirangkai dalam urutan waktu.
Berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi?
Ada konfliks.
Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
1. Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.
2. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
3. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
4. Memiliki nilai estetika.
5. Menekankan susunan secara kronologis.



Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.
Jenis-jenis Karangan Narasi
a. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis)
Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.
b. Narasi Sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
Contoh:
a. Narasi ekspositoris
Siang itu, Sabtu pekan lalu, Ramin bermain bagus. Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi Ahmad, mempelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di Perumahan Kampung Meruyung. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Ahma, sang pengantin….
Sumber : Tempo, 20 Februari 2005 dari alamat website www.scribd.com


b. Narasi sugestif
Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Dengan cepat ia mengayunkan pedang itu ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang itu dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar. Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi semuanya gagal.
Sumber : Terampil Menulis Paragraf 2004: 66 dari alamat website www.scribd.com


Contoh lain :
Kemampuan apresiasi musik pada seorang anak dapat dibentuk melalui tiga cara. Pertama, secara alamiah seseorang dibiasakan mendengarkan karya musik. Kebiasaan itu dimulai sejak anak masih berupa janin dalam rahim ibunya. Persentuhan emosi sang ibu dengan berbagai irama yang didengarkan akan ikut dirasakan oleh janin. Besar kemungkinan akan terjadi respons motorik janin yang dirasakan oleh sang ibu. Kedua, sejak anak dilahirkan ia dibiasakan dengan berbagai irama musik yang mengiringnya pada saat menjelang tidur atau bermain. Alat pendengar anak menjadi peka menangkap berbagai irama dari instrumen musik yang didengarnya. Lambat-laun, seiring dengan pertumbuhan fisik dan kognisinya, musik akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan anak. Ketiga, apresiasi musik dikembangkan melalui pendidikan formal. Untuk itu, pendidikan musik diarahkan kepada pengenalan, pemahaman, penghayatan, dan sikap kritis serta kreatif terhadap karya musik.




E. Persuasi
Paragraf persuasif adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta.


Contoh:
Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional.
Sumber : Kompas,14 Mei 2009 dengan perubahan seperlunya


Contoh 2: 
Kita semua mengetahui bahawa kondisi lingkungan Kota Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali sungai yang kotor akibat pembuangan limbah yang tidak teratur serta pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor yang semakin banyak. Ini semua dapat menyebabkan gangguan bagi makhluk hidup di Kota Jakarta, temasuk manusia. Pernapasan kita dapat terganggu dan keindahan Kota Jakarta tercemar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita sebagai penduduk Kota Jakarta berusaha untuk melestarikan lingkungan kota ini dengan berbagai macam usaha. Di antaranya adalah dengan penghijauan, pembuatan taman kota, dan pelarangan membuang sampah di sembarang tempat. Ini semua dapat mengendalikan keindahan Kota Jakarta.

Mangga Teuraskeun »»  

11 Bangunan Bersejarah di Indonesia

Indonesia banyak bangunan yang menyimpan nilai historis yang luhur, namun sebelas objek di bawah ini juga memiliki nilai arsitektur yang sangat tinggi.
Banyak mata yang sudah mengakui keindahan dan kemegahannya. Bila Anda sedang berlibur ke suatu daerah, tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat bangunan, jembatan, mesjid atau berbagai peninggalan bersejarah lainnya, yang menjadi trade mark daerah tersebut.

Meskipun banyak yang bukan merupakan hasil karya bangsa ini, tak sedikit bangunan, mesjid bahkan jembatan yang merupakan karya para arsitek negeri sendiri yang memiliki nilai arsitektural yang tinggi. Kali ini kami khusus mengajak Anda “berwisata” ke berbagai peninggalan bersejarah tersebut yang tersebar di beberapa daerah.
Istana Maimun
Istana Maimun telah dinobatkan sebagai bangunan terindah di Kota Medan, Sumatera Utara. Terletak di kawasan Jl. Brigjen Katamso, istana megah ini selesai dibangun sekitar tahun 1888 dan merupakan warisan dari Sultan Deli Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Sapuan warna kuning pada gedung ini merupakan warna khas Melayu.
Arsitekturnya yang unik adalah daya tarik utama dari Istana Maimun. Pengaruh Eropa terlihat jelas pada balairung atau ruang tamu, jendela, pintu dan sebuah prasasti di depan tangga yang bertuliskan huruf Latin, berbahasa Belanda. Sedangkan, ciri Islam muncul pada atapnya yang bergaya Persia yang melengkung, style yang banyak dijumpai pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tengah.
Bagian dalam Istana Maimun juga menarik untuk disusuri. Di balik dinding-dindingnya yang kokoh, terdapat puluhan kamar yang tersebar di dua lantai. Kemegahan pun terlihat pada singgasana, lampu kristal Eropa, kursi, meja maupun lemari. Foto-foto keluarga, senjata-senjata kuno, termasuk ruang penjara, juga ada di istana ini. Walaupun masih menyimpan benda-benda bernilai sejarah, Istana Maimun masih membolehkan wisatawan untuk berkunjung dan menikmati kemegahan sekaligus menyelami kejayaan Kesultanan Deli masa lalu.
Mesjid Raya Medan
Mesjid Raya Medan yang berdiri angkuh tak jauh dari Istana Maimun adalah bangunan yang juga menjadi jejak kejayaan Deli. Dibangun pada tahun 1906, semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid, mesjid ini masih berfungsi seperti semula, yaitu melayani umat muslim di Medan yang ingin beribadah.
Kubahnya yang pipih dan berhiaskan bulan sabit di bagian puncak, menandakan gaya Moor yang dianutnya. Seperti mesjid lainnya, sebuah menara yang menjulang tinggi terlihat menambah kemegahan dan religiusnya mesjid ini. Aplikasi lukisan cat minyak berupa bunga-bunga dan tumbuhan yang berkelok-kelok di dinding, plafon dan tiang-tiang kokoh di bagian dalam mesjid ini, semakin menunjukkan tingginya nilai seni mesjid ini.
Mesjid Istiqlal
Jakarta yang serba modern dan dipenuhi gedung kaca, ternyata masih memiliki bangunan bersejarah dengan desain yang indah, yaitu Mesjid Istiqlal. Rumah ibadah umat muslim yang megah ini telah lama menjadi salah satu landmark Jakarta. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek Indonesia, F Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi kebanggaan umat muslim Ibukota dan Indonesia. Dibangun pada masa-masa awal kemerdekaan, mesjid ini memang melambangkan kemerdekaan, sesuai dengan arti dari nama yang disandangnya.
Mesjid Istiqlal mempunyai sebuah kubah raksasa berwarna putih yang bentuknya seperti bola dibelah dua. Layaknya mesjid lain di dunia, Mesjid Istiqlal ini juga dilengkapi sebuah menara yang tingginya menggambarkan jumlah ayat yang ada pada kitab suci Al Qur’an. Sebuah bedug raksasa ikut menambah keunikan mesjid ini. Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di Indonesia!
Gereja Katedral
Gereja Katedral yang berada tak jauh dari Mesjid Istiqlal adalah bangunan berdesain unik yang selalu menjadi perhatian wisatawan. Usia bangunan bergaya neo gothic ini memang sudah lebih dari seabad. Tidak heran bila bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi kelestariannya.
Walaupun begitu, Gereja Katedral yang resmi digunakan pada tahun 1901 ini, masih berdiri kokoh dan elegan di tengah “berisiknya” Jakarta. Keunikan dari gereja hasil rancangan seorang pastornya yang bernama, Antonius Dijkmans ini, terlihat pada dua menara yang mengapit pintu masuk. Di atas menara tersebut ada dua menara kecil lain yang tersusun dari rangkaian besi. Demikian juga dengan menara ketiga. Pada puncak setiap menara terdapat lonceng kuno yang dibuat sekitar tahun 1800 sampai awal 1900-an.

Gedung Sate
Di Kota Bandung yang sejuk, Anda juga bisa menjumpai sebuah bangunan dengan arsitektur yang lain dari yang lain. Dibangun pada era kolonial Belanda, Gedung Sate, demikian gedung ini banyak disebut, merupakan salah satu daya tarik yang ada di Kota Kembang. Nama Gedung Sate sendiri muncul karena sebuah ornamen yang terlihat seperti tusuk sate di puncak menara utamanya.
Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini, selesai dibangun pada tahun 1924.

Bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia. Namun, pada bagian tengahnya terdapat menara bertingkat yang mirip dengan atap meru atau pagoda. Oleh sebab itulah, kalangan arsitek menilai bahwa Gedung Sate memiliki rancangan yang “berani beda” dan tak populer di zamannya.
Kini, di depan bangunan ini terdapat sebuah monumen untuk mengenang gugurnya para pejuang Jawa Barat saat mempertahankan Gedung Sate dari serangan pasukan Gurka. Setiap hari Minggu atau hari libur nasional, gedung ini selalu dipenuhi wisatawan.
Usai menikmati kemegahan gedung ini dari luar, Anda bisa menuju menaranya untuk menyaksikan benda-benda bersejarah. Atau bisa juga sekadar bersantai di kafe yang ada di gedung ini sambil menikmati suasana dan udara Kota Bandung yang sejuk dan segar.
Lawang Sewu
Membahas tentang arsitektur atau bangunan tua di Indonesia, tentu tak bisa lepas dari sebuah bangunan legendaris yang berdiri kokoh di Kota Semarang, tepatnya di kawasan Simpang Lima, yaitu Lawang Sewu. Bangunan yang artinya adalah “seribu pintu” ini, sesungguhnya bukan nama sebenarnya yang diberikan untuk bangunan ini.
Nama tersebut menjadi legendaris karena banyaknya jumlah pintu yang terdapat pada gedung keno ini. Dahulu, Lawang Sewu yang bergaya art deco adalah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS) dan bangunan ini merupakan salah satu karya terbaik arsitek Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Oudang.
Pemerintah Kota Semarang sendiri telah menetapkan Lawang Sewu sebagai salah satu gedung yang dilindungi. Predikat ini layak disandang oleh Lawang sewu karena gedung ini juga merupakan saksi sejarah Indonesia saat pecahnya perang sengit selama 5 hari di Semarang, antara Angkatan Muda Kereta Api melawan kompetai dan Kido Buati, Jepang.
Gereja Blendug
Sebagai bangsa yang paling lama “menduduki” negeri ini, Belanda juga meninggalkan jejaknya di Kota Semarang. Coba saja lihat kawasan kota lama yang ada di Ibukota Provinsi Jawa Tengah itu. Anda akan menjumpai banyak bangunan tua yang bergaya masa kolonial. Dari sekian gedung yang berjajar di tepi jalan, Gereja Blendug adalah salah satu bangunan tua yang menarik.
Dibangun sekitar tahun 1753 oleh komunitas Belanda yang dulu menghuni kawasan ini, Gereja Blendug merupakan gereja tertua di Jawa Tengah yang masih terawat sampai sekarang. Blendug sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti kubah, mengacu pada atap yang ada di gereja ini.
Bentuk atapnya yang melengkung dan berwarna merah, terasa kontras dengan dindingnya yang dicat warna putih. Empat pilar kokoh serta menara kembarnya yang khas di bagian depan juga menjadi ciri khas gereja yang kini bernama resmi GPIB Immanuel ini. Gereja Blendug telah menjadi ikon Kota Semarang dan selalu menjadi lokasi persinggahan wisatawan sejarah maupun para pecinta fotografi.
Mesjid Agung Palembang
Palembang tak hanya terkenal dengan pempek atau kain songketnya. Kota di tepian Sungai Musi ini juga dihiasi bangunan dengan arsitektur mengagumkan seperti terlihat di Mesjid Agung Palembang.
Berlokasi tak jauh dari Plaza Benteng Kuto Besak, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Mesjid Agung Palembang mulai dibangun ketika Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, tepatnya tahun 1738. Pada zamannya, mesjid ini dipercaya sebagai salah satu rumah ibadah terbesar yang pernah ada.
Meski digarap oleh seorang arsitek Eropa, pengaruh Cina ikut muncul pada wajah mesjid ini. Hal itu ditandai oleh bentukan limas dan hiasan ornamen khas Cina pada sejumlah atapnya. Paduan dua budaya ini menjadi ciri khas Mesjid Agung Palembang dan membuat banyak pelancong terkagum-kagum. Sebuah akulturasi budaya yang bisa tetap berdampingan dan saling mengisi.
Taman Sari
Taman bunga yang indah. Begitulah kira-kira arti dari nama Taman Sari. Areal pemandian ini merupakan kompleks bangunan yang sangat indah dan menjadi aset Keraton Yogyakarta. Dibangun setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, tempat ini memang didesain sebagai tempat pengasingan diri Sultan Yogyakarta dan keluarganya dari hiruk pikuk dunia. Meskipun sempat luluh lantak terguncang gempa, saat ini Taman Sari sudah kembali terlihat cantik.
Taman Sari memang dirancang sedemikian rupa agar bisa menghadirkan ketenangan bagi siapapun yang berada di dalamnya. Bangunan ini juga mencerminkan style yang multikultur (Portugis, Belanda, Cina, Jawa, Hindu, Buddha, Nasrani, dan Islam). Kolam mungil dengan air mancurnya yang jernih dan pohon-pohon berbunga, menambah keasrian tempat ini. Sekaligus menjadikannya sebagai lokasi peristirahatan yang sempurna.
Tongkonan
Selain bangunan peninggalan kolonial, Indonesia juga memiliki sejumlah rumah adat dengan bentuk atau desain yang unik. Bangunan ini memang bukan karya seorang arsitek era modern yang menguasai segudang teori. Melainkan kreasi sekelompok manusia yang masih mencintai serta menjunjung tinggi adat istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Dan Tongkonan, rumah adat masyarakat Tana Torja di Sulawesi Selatan, adalah salah satunya.
Tongkonan memang memiliki ciri khas tersendiri dibanding rumah adat lainnya. Rumah ini berupa rumah panggung dari kayu. Atapnya yang terbuat dari susunan bambu yang dilapisi ijuk hitam serta bentuknya yang melengkung seperti perahu telungkup, membuat rumah ini mirip dengan Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minang atau Batak. Dinding rumah yang terbuat dari kayu, juga diukir dengan aneka ukiran khas Toraja.
Ciri lain yang paling menonjol pada Tongkonan adalah adalah kepala kerbau beserta tanduknya yang meliuk indah yang disusun pada sebuah bang utama di depan setiap rumah. Jumlah kepala kerbau yang ada di setiap rumah bisa berbeda. Semakin banyak “hiasan” ini di sana, maka semakin tinggi derajat keluarga yang tinggal di dalamnya. Karenanya. Tongkonan juga menjadi salah satu daya tarik wisata Tator dan banyak diminati para pecinta foto.

Jembatan Mahakam

Bicara soal arsitektur tak terbatas hanya pada bangunan, rumah atau gedung. Nah, untuk kategori ini, Jembatan Mahakam 2 atau yang juga dikenal dengan Jembatan Tenggarong di Kalimantan Timur, menjadi salah satu pilihan.
Melintang di atas Sungai Mahakam di tepian Kota Tenggarong, jembatan ini adalah yang ke dua setelah Jembatan Mahakam I yang berada di tengah Kota Samarinda. Namun demikian, Jembatan Mahakam 2 mempunyai desain yang menarik dibanding “saudara tuanya” atau jembatan lainnya di Nusantara. Jembatan ini tergolong suspension cable bridge dan berdesain nyaris sama dengan Golden Gate di San Francisco, Amerika Serikat.
Wajar saja bila jembatan yang membentang sejauh sekitar 710 meter ini tak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong. Menjelang senja, lampu-lampu yang terpasang pada tiang dan kebel-kabelnya akan menyala dan menyajikan sebuah panorama yang indah. (mobile13th)
Mangga Teuraskeun »»  
 

Sample text

Sample Text

Total Pageviews